Jembatan gantung di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang
Batang (Infoplus). Miring dan nyaris putus, terjadi di jembatan gantung di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Jembatan rusak karena sebelumnya tertimpa pohon beringin yang roboh. Rusaknya jembatan menjadikan warga kesluitan akses. Pasalnya jembatan tersebut sangat vital digunakan warga untuk melintas dan penghubung Kecamatan Bandar dan Kecamatan Blado.
“Hujan deras mengakibatkan pohon beringin yang berusia ratusan tahun roboh, menimpa tali seling jembatan,” kata salah seorang warga Desa Tombo, Torik (29), katanya, Kamis (15/2).
Rusaknya jembatan, akibat tertimpa pohon beringin terjadi pada Selasa (13/02) sore akibat guyuran hujan deras. Akibatnya, tali seling pengait jembatan sepanjang 35 meter, lebar 1 meter, dengan ketinggian sekitar 10 meter, melintas di atas Kali Lojahan itu putus.
Jembatan tersebut merupakan jembatan vital bagi warga desa setempat untuk mempersingkat jarak tembuh ke desa di seberang sungai. Jembatan ini menghubungkan Dukuh Tampingan, Desa Tombo, kecamatan Bandar dengan Dukuh Kemloko, Desa Kambangan, Kecamatan Blado.
Akibat robohnya jembatan ini, warga Dukuh Tampingan dan Dukuh Centuko Desa Tombo Kecamatan Bandar harus memutar jalur yang mencapai 20 kilometer untuk menuju ke ibu kota kecamatan.
Upaya evakuasi pohon beringin yang roboh, kemarin dilakukan. Proses evakuasi dilakukan dengan kerja bakti yang melibatkan warga, BPBD, TNI dan Polri.
Kepala BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi, mengatakan, jembatan tertimpa pohon beringin yang roboh setelah hujan deras disertai angin mengguyur kawasan setempat sebelumnya.
“Ini merupakan bencana alam. Pohon berukuran besar itu usianya sudah ratusan tahun,” ujar dia.
Atas kejadian itu, BPBD mengaku melakukan assessment dengan mendata dampak kerugian yang ditimbulkan. BPBD menambahkan, telah melaporkan peristiwa itu ke bupati.
“Sudah kami laporkan ke bupati untuk dilakukan pembahasan dan penanganan selanjutnya agar akses jalan kembali bisa digunakan,” kata Uluk di lokasi.
Selain memutuskan akses warga ke desa lain, kejadian itu menimbulkan adanya kerugian. “Kerugian ditaksir mencapai kurang lebih Rp 10 juta,” jelasnya.
Bupati Batang Wihaji mengaku, telah menerima laporan kejadian robohnya pohon yang menimpa jembatan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar itu. Atas kejadian tersebut, pihaknya berjanji secepatnya akan melakukan penanganan.
Salah satunya melakukan pembuatan jembatan darurat. Jembatan sementara itu, agar bisa digunakan warga untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari.
















