UNGARAN – Rendahnya tingkat pendidikan sebagian besar penduduk kerja di tanah air menyebabkan mereka rentan kecelakaan kerja.
Jumlah mereka yang mencapai 57,5 persen dari total 126,51 juta penduduk bekerja berpotensi menyebabkan rendahnya kesadaran akan pentingnya perilaku selamat dalam bekerja.
Bupati Semarang H Mundjirin mengatakan diperlukan strategi pengendalian dan pencegahan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat keja yang lebih inovatif.
Sebab tantangan dunia ketenagakerjaan semakin kompleks yang berimbas pada potensi terjadinya kecelakaan kerja yang semakin tinggi.
“Semua pihak termasuk pengusaha dan pekerja untuk bersatu padu melakukan langkah konkrit melaksanakan K3 di lingkungan kerja masing-masing,” katanya, Kamis (20/2).
Dia juga mengingatkan untuk tidak hanya membicarakan persoalan K3 ketika terjadi kasus kecelakaan di tempat kerja.
Namun terpenting adalah meningkatkan pengawasan dan penyadaran pentingnya K3 di semua pemangku kepentingan termasuk pengusaha, pekerja, serikat pekerja dan masyarakat.
Ketua panitia pelaksana pencanangan bulan K3 Kabupaten Semarang Agus Triyono menjelaskan pencanangan bulan K3 dimaksudkan untuk meningkatkan kepatuhan pihak terkait untuk menjalankan norma K3.
“Diharapkan semakin banyak perusahaan yang menerapkan sistem manajemen K3 berbasis teknologi informasi dan menekan kasus kecelakaan kerja,” tandasnya. (mht)














