UNGARAN – Sebanyak 600 kelompok kesenian di Kabupaten Semarang mendapatkan dana hibah pada tahun 2020 ini. Setiap kelompok akan menerima hibah sebesar Rp10 juta.
Bupati Semarang Mundjirin mengatakan, kesenian lokal yang hidup di masyarakat harus terus dilestarikan.
“Sebab padanya terkandung nilai-nilai kehidupan warisan lelulur yang bernilai luhur. Sekaligus menjadi benteng dari serbuan seni budaya asing di era digital saat ini,” ujarnya, saat menjadi pembicara utama di acara sosialisasi bantuan hibah bagi kelompok kesenian di Gedung Tennis Indoor kompleks Stadion Pandanaran Wujil Bergas, Jumat (31/1).
Dikatakan oleh Bupati, ada fenomena transformasi nilai budaya asing secara masif saat ini. Banyak generasi muda yang lebih menyukai berbagai budaya asing dan melupakan kesenian lokal. Karenanya, Pemkab Semarang serius menjaga keberadaan kesenian lokal.
“Melalui kesenian itulah dapat terus dijaga kelestaria nilai-nilai luhur warisan leluhur,” kata Bupati.
Pemberian bantuan hibah bagi kelompok kesenian yang dilaksanakan sejak tahun 2018, lanjutnya, merupakan bukti kesungguhan Pemkab Semarang melestarikan kesenian dan nilai-nilai kearifan lokal.
Kasi Nilai-Nilai Seni Budaya Disdikbudpora Slamet Widada menjelaskan bantuan hibah ditujukan untuk mendukung kelompok kesenian meningkatkan mutu kegiatan seninya. (mht)















