KLB DBD, Siklus Lima Tahunan

oleh
oleh

TEMANGGUNG – Merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Temanggung, di awal tahun 2020 merupakan bagian dari siklus lima tahunan.

Di awal tahun 2020 ini, setidaknya sudah terjadi enam kejadian luar biasa (KLB) DBD, dengan jumlah penderita DBD mencapai 100 lebih. Bahkan kasus DBD di awal tahun ini juga sudah merenggut satu nyawa.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Ksehatan Temanggung Sukamsih mengatakan, kondisi ini merupakan siklus lima tahunan.

INFO lain :  Terjaring, Usai Kumpulkan 24 Batang Sanakeling

“Setiap lima tahun sekali bisa dipastikan DBD di Temanggung selalu terjadi dan kasusnya banyak,” ujarnya, Jumat (31/1).

Jika ditarik mundur lima tahun lalu, yakni pada 2015 kasus DBD di Temanggung juga tinggi. Pada tahun itu ada empat desa terjadi KLB DBD. Menurut dia, semua daerah KLB DBD lokasinya berada di pinggir jalan raya. Hal ini dimungkinkan kasus DBD yang ditemukan di Temanggung berasal dari luar daerah.

“Rata-rata di pinggir jalan dan penderita DBD saat ditanya juga habis berpergian dari luar kota atau daerah,” katanya.

INFO lain :  Curi Cabe 5 Kg, Emak-Emak Diganjar Rp 250 Ribu

Selain itu, katanya, tingginya kasus DBD di Januari 2020 akibat kelalaian dari masyarakat dalam merawat dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini juga akibat kelengahan dari masyarakat, biasanya sebelum datang musim hujan masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), namun di akhir Tahun 2019, masyarakat lengah dan muncul kasus DBD,” sebutnya.

Sukamsih menambahkan, sebelum memasuki musim hujan masyarakat sudah biasa melakukan PSN dan bergotong royong untuk membersihkan lingkungan mereka, namun di akhir tahun saat menjelang musim hujan 2019 kebiasaan itu tidak dilakukan lagi.

INFO lain :  Mengandung 7 Bulan, Nekat Gelapkan Barang

Selain itu, katanya, pemeriksaan jentik nyamuk yang juga biasa dilakukan dalam waktu sepekan sekali, juga tidak dilaksanakan lagi sehingga kasus DBD di Temanggung di awal tahun ini kembali meningkat.

“Masyarakat lalai tidak melakukan lagi kebiasaan mereka dalam menjaga lingkungan, jadi imbasnya seperti ini. Kasus DBD menjadi banyak,” katanya.(mht)