Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, hasil identifikasi 1.319 desa di 287 kecamatan yang ada di 31 kabupaten/kota di Jawa Tengah rawan kekeringan.
Pada musim kemarau yang puncaknya diprediksi Agustus hingga November 2019, 2.056.287 warga di 287 kecamatan di 31 kabupaten/kota berisiko kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kira-kira puncak kemaraunya Agustus, ada yang Oktober dan November,” ujar Ganjar, belum lama ini.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Suryo Banendro mengungkapkan, musim kering berpotensi hasil produksi pertanian dan perkebunan menurun.
(ang/red)














