Foto suaramerdeka/infoplus
Rembang (Infoplus) – Tim Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang, Senin (22/1) sore melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap keluarga Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jateng, Taj Yasin alias Gus Yasin, di kediamannya, Desa Karangmangu Sarang.
KPU datang ditemani oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) serta Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Rombongan disambut secara hangat oleh Gus Yasin dan istrinya, Nawal Nur Arifah.
Hasil coklit, dari enam orang yang termasuk bagian dari kartu keluarga, hanya tiga orang yang masuk dalam calon daftar pemilih. Ketiganya adalah Gus Yasin sendiri, istrinya serta seorang santri yang selama ini sudah lama ikut dengannya. Ketiga putra Gus Yasin belum bisa menjadi calon pemilih lantaran masih di bawah umur.
Dalam kesempatan itu, Gus Yasin mengingatkan kepada para masyarakat di Jateng untuk tetap menjaga persatuan dan kerukunan meskipun saat ini sedang berlangsung tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub).
Menurut putra kedelapan dari ulama kharismatik NU, KH Maimun Zubaer itu, masyarakat harus belajar banyak dari sejumlah kasus ketidakharmonisan akibat proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Ia berharap, dalam proses Pilgub mendatang, tidak ada sampai terjadi pertikaian antara warga atau keluarga. “Jangan terjadi seperti beberapa kasus dalam Pilkades yang banyak ketegangan sampai menahun,” terang Yasin.
Sementara itu, Ketua Kabupaten Rembang, Minanus Su’ud mengungkapkan, pelaksanaan coklit akan berlangsung sampai 18 Februari 2017 mendatang. Coklit dilakukan dengan melakukan kujungan langsung dari rumah ke rumah.
“Gus Yasin adalah salah sayu Cawagub Jateng, sehingga paling tidak dengan adanya coklit ke beliau bisa mendorong masyarakat menyukseskan coklit dalam rangka menajdi pemilih Pilhgub Jateng,” paparnya.
Ia menyebutkan, secara rinci data yang menjadi obyek pemeriksaan dalam coklit adalah DP4 yang dari pemerintah serta data Pemilu terakhir. Selain itu, calon pemilih juga dicocokan apakah alamat yang tertera di data kependudukan benar faktual atau tidak. edi
Sumber : suaramerdeka
















