Ilustrasi BRT Semarang
Semarang (INFOPlus) – Sejumlah armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang ditemukan masih menggunakan ban vulkanisir dalam melayani transportasi umum masyarakat Semarang.
“Ada dua armada yang kita cek ternyata masih menggunakan ban vulkanisir, yakni dipakai untuk roda di belakang yakni dibagian dalam supaya tidak terlihat. Entah itu disengaja atau tidak, kami tidak tahu. Namun, armada yang bersangkutan sudah kami kembalikan ke poll untuk segera diganti,” ujar Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) BRT Trans Semarang, Ade Bhakti saat sidak uji emisi bus BRT di shelter Jalan Pemuda, Rabu (3/12/2018).
Dijelaskan Adhe, kegiatan sidak kali ini memang menyasar tiga hal yaitu uji emisi kendaraan sesuai Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup No. 5 tahun 2006, lalu kelengkapan surat-surat seperti SIM, STNK, Kartu Pengawas Trayek, Buku Uji KIR. Dan terakhir kualitas roda kendaraan.
“Selain itu, ada enam armada kualitas diatas 50 persen. Dan ada satu armada yang sopirnya kelupaan membawa SIM, sehingga kita tilang armada tersebut,” ungkapnya.
Diterangkan Ade, sebagai bahan evaluasi, sepanjang tahun 2017 kemarin total 653 keluhan masyarakat masuk ke BLU UPTD Trans Semarang. Dari total tersebut sebanyak 90 keluhan masyarakat mengadukan armada BRT.
“Masih banyak keluhan tentang kendaraan. Baik dari kualitas dinginnya AC, Pintu Hidrolis macet, Emisi Gas Buang. Ada 90 keluhan selama 2017 yang melingkupi 3 hal tersebut,” imbuhnya.
Adapun dengan urutan koridor paling banyak dikeluhkan adalah koridor II sebanyak 44 keluhan, selanjutnya koridor IV sebanyak 22 keluhan, kemudian koridor I 10 keluhan, koridor III 8 keluhan, koridor V 3 keluhan, dan koridor VI 1 keluhan sepanjang tahun 2017. Tidak dapat dipungkiri karena koridor II adalah kendaraan yang paling tua dibandingkan dengan koridor-koridor yang lain.
“Akan tetapi mulai Desember 2017 kemarin sudah kami mulai dilakukan peremajaan. Dari total 26 armada yang melayani koridor II, tinggal 12 yang belum diremajakan, 12 unit armada sudah siap, karena sebenarnya target kami per 1 Januari ini sudah dapat diremajakan,” pungkasnya. *
Sumber : SuaraMerdeka















