Penduduk Miskin di Jateng September 2017 Berkurang ?

oleh

 

Ilustrasi salah satu potret kemiskinan

Semarang (INFOPlus) – Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah pada bulan September 2017 mencapai 4,20 juta orang atau 12,23 persen dan berkurang sebesar 253,23 ribu orang. Angka tersebut menurun jika dibandingkan kondisi Maret 2017 yang tercatat sebesar 4,45 juta orang atau 13,01 persen.

Selama enam bulan dari Maret 2017 terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 253,23 ribu orang. Sementara apabila dibandingkan dengan September tahun lalu juga mengalami penurunan sebanyak 296,26 ribu orang

Margo Yuwono Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mengatakan angka tersebut merupakan hal mengembirakan karena secara tren panjang dari 2011 sampai 2017 kemiskinan Jawa Tengah mengalami penurunan baik dari sisi jumlah maupun prosentasenya

INFO lain :  Kerbau Ngamuk di Kudus Mati Ditembak Polisi

“Poin bagusnya bahwa tren penurunan Jawa Tengah terus terjadi bahkan di September 2017 ini kita lebih tingga dari pada rata-rata provinsi di Indonesia bahkan secara jumlah nomor dua setelah Jawa Barat,” katanya, kemarin.

Prosentase penduduk miskin di perkotaan Maret 2017 sebesar 11,21 persen turun 10,55 persen pada September 2017. Sedangkan penduduk miskin di pedesaan juga turun dari 14,77 persen menjadi 13,92 persen.

Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Komoditi makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2017 tercatat 73,38 persen. Jenisnya adalah beras, rokok kretek filter, daging sapi, telur ayam ras, gula pasir, kue basah, mie instan, tempe tahu dan bawang merah.

INFO lain :  Candi Borobudur Mulai Dibuka 2 Pekan untuk Uji Coba

“Keberhasilan pemerintah dalam menekan inflasi dan meningkatkan perekomoniam sehingga pendapatan masyarakat meningkat yang akhirnya masyarakat miskin berkurang,” tuturnya.

Namun lanjut Margo, yang masih menjadi persoalan kemiskinan Jawa Tengah ada di indeks kedalam dan keparahan. Menurutnya indeks kedalamannya masih lebih tinggi dari rata-rata provinsi di Indonesia yang berarti  untuk mengurangi kemiskinan di Jawa Tengah perlu kerja lebih keras dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

INFO lain :  Wali Kota Semarang: Pimpinan OPD Harus Turun Lapangan

“Kalau dilihat dari capaianya kita bagus, cuma supaya itu turun terus maka kerja yang dilakukan pemerintah jauh lebih keras agar tren yang bagus ini bisa terus dipertahankan,” ucapnya.

Sementara itu indeks keparahan jarak antara penduduk miskin sangat tinggi dan itu menggambarkan persoalan. Sehingga jika keparahannya semakin tinggi harusnya program-program juga harus berbeda antara masyarakat miskin.

“Jadi tantanganya bagaimana lebih keras lagi dan butuh program-program spesifik untuk menanggulangi kemiskinan di Jawa Tengah terutama yang ada di pedesaan karena masih lebih tinggi daripada perkotaan,” pungkasnya.*