Dukungan terhadap penguatan kompetensi guru BK juga disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sunarto, M.Pd. Ia menegaskan bahwa guru BK memiliki peran strategis dalam mendampingi peserta didik dan mengantarkan mereka mencapai kesuksesan, meskipun dalam pelaksanaannya menghadapi berbagai tantangan.
Menurut Sunarto, dinamika dunia pendidikan menuntut guru BK untuk terus memperbarui kompetensi agar mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi peserta didik.
“Guru BK wajib meng-update kompetensi dan menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini serta berbagai tantangan yang ada. Kehadiran ABKIN menjadi wadah yang dapat memfasilitasi guru BK untuk mengembangkan diri, sehingga mereka dapat memberikan pendampingan secara maksimal kepada anak-anak dalam mencapai cita-citanya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan guru BK dalam mengawal berbagai kebijakan pendidikan, termasuk upaya mengantisipasi anak putus sekolah serta mendampingi peserta didik yang menghadapi persoalan keluarga maupun permasalahan lainnya.
Sunarto berharap ABKIN Jawa Tengah semakin solid dan mampu mengambil peran lebih besar dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan, khususnya melalui penguatan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah.
Apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan tersebut turut disampaikan Rektor Universitas Sains dan Teknologi Komputer (STEKOM) Semarang, Dr. Joseph Teguh Santoso, S.Kom., M.Kom. Ia menilai kegiatan peningkatan kompetensi yang diprakarsai PD ABKIN Jawa Tengah memiliki manfaat besar bagi pengembangan profesionalitas guru BK, terutama dalam penerapannya untuk memberikan pelayanan kepada peserta didik.
“Saya sangat senang berkegiatan dengan guru BK. Banyak kegiatan positif dan orang-orangnya asyik. Karena itu, kami sering memberikan dukungan terhadap kegiatan BK, seperti di Musyawarah Guru BK. Semoga ke depan kompetensi guru BK semakin meningkat sehingga memiliki kemampuan yang bermanfaat dalam menghadapi siswa,” tuturnya.
Melalui kegiatan TOT ini, PD ABKIN Jawa Tengah menargetkan terjadinya peningkatan kapasitas sumber daya manusia Bimbingan dan Konseling, khususnya dalam penguasaan keterampilan dasar konseling mikro reflektif dan pengembangan layanan konseling teman sebaya.
Tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, para peserta diharapkan menjadi penggerak diseminasi pengetahuan dan keterampilan di wilayah masing-masing. Program tindak lanjut tersebut akan diarahkan pada penyebarluasan hasil pelatihan kepada seluruh guru BK di Jawa Tengah.












