Guangzhou Award ke-7 mencatat rekor partisipasi tertinggi sepanjang penyelenggaraan dengan 381 inovasi dari 248 kota di 60 negara.
Berbagai inovasi terbaik dunia di bidang kecerdasan buatan, tata kelola digital, ketahanan iklim, hingga pelayanan publik berkompetisi dalam ajang tersebut. Di tengah persaingan itu, AISSA Kota Semarang berhasil lolos seleksi Komite Teknis yang terdiri atas sembilan pakar internasional.
AISSA merupakan inovasi pengelolaan sampah berbasis Artificial Intelligence yang dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pemantauan, analisis, dan penanganan sampah secara terintegrasi. Inovasi ini menjadi bagian dari transformasi tata kelola lingkungan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Semarang menuju kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Keberhasilan tersebut menempatkan Kota Semarang sejajar dengan berbagai kota dunia yang dikenal memiliki praktik terbaik dalam inovasi perkotaan, seperti Moskow, Wina, dan Bristol.
Capaian ini juga memperkuat reputasi Semarang sebagai salah satu kota di Indonesia yang mampu menghadirkan inovasi berstandar global. []











