Iswar juga menuturkan kisah inspiratif yang berawal dari kreativitas pelajar sineas Semarang. Ia mengisahkan bagaimana salah satu lokasi syuting film pelajar, yaitu Pantai Tiram, kini berkembang menjadi destinasi wisata populer.
“Pantai Tiram dulu bukan tempat yang ramai, bahkan kondisinya kurang terawat. Tapi setelah dijadikan lokasi pengambilan gambar oleh anak-anak sekolah, ternyata banyak yang melihat potensinya. Kami bersama pegiat pariwisata kemudian membersihkan dan menata kawasan itu, dan sekarang setiap minggu bisa dikunjungi hingga enam ribu orang,” tuturnya.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa kreativitas anak muda dapat melahirkan dampak nyata, bukan hanya dalam bentuk karya seni tetapi juga pergerakan ekonomi dan penguatan komunitas.
“Semua bermula dari imajinasi. Dari sana bisa lahir gerakan ekonomi, destinasi wisata, dan kebanggaan bagi kota kita. Karena itu, Pemerintah Kota Semarang akan terus mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” pungkasnya. []














