Semarang-INFOPlus. Peristiwa demo yang terjadi Agustus 2025 yang berlanjut adanya kerusuhan, yang mengakibatnya korban jiwa dan kerugian materil menggelitik insan Pewarta. Pewarta yang tergabung dalam Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jateng (FWPJT) tersebut akan menggelar acara Diskusi bertema “Demo Rusuh atau Perusuh Demo?” Diskusi yang akan dikemas dalam bentuk talkshow tersebut merespon salah satu program Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ahmad Luthfi, yang menetapkan Kantor Gubernur sebagai Rumah Rakyat.
Humas FWPJT mengisahkan bahwa pihaknya turut prihatin atas peristiwa pada bulan Agustus lalu di Jawa Tengah dan di berbagai tempat di kota besar Indonesia, atas terjadinya aksi demo yang menimbulkan kerusuhan dan perusakan sarana publik dan aset pribadi serta diikuti dengan penangkapan demonstran secara massal.
Aksi tersebut membuat kita bertanya-tanya apalah kerusuhan tersebut terjadi karena aksi massa sendiri atau ada intervensi dari pihak lain?
“Agar mendapatkan pemahaman yang komprehensif FWPJT mencoba mengangkat tema tersebut dalam sebuah diskusi yang akan menghadirkan nara sumber yang kompeten,” tutur Imam Nuryanto ketua panitia yang didampingi oleh Ketua FWPJT Damar Sinuko dan pengurus lainnya saat memberikan keterangan pers (Senin, 6/10/2-25).
Narasumber yang telah memastikan untuk hadir adalah Kombes Pol Dwi Subagio (Direskrimum Polda Jateng), Imam Teguh Purnomo, SE, AKT (Ketua Komisi A DPRD Jateng), Septiaji Eko Nugroho (Ketua MAFINDO Jateng), dan Dr. T. Supriyadi (Psikolog dan Pengamat kepolisian, serta dosen universitas Bhayangkara Jakarta Raya)
Selain itu, FWPJT juga akan menghadirkan siswi kelas 2 SMAN 1 Kaliwungu bernama Sherlizzein Sharifazia yang akan memberikan testimoni terkait pengalamannya saat menjelang aksi kerusuhan.
Acara diskusi yang akan dikemas dalam bentuk talkshow agar lebih hidup dan menarik akan dipandu oleh Bejan Syahidan, Pemred Jateng Pos, pada hari Kamis, 9 Oktober 2025, mulai pukul 12.00 wib, dan bertempat di Selasar Gedung Kantor Gubernur Jateng Lantai 1, jl Pahlawan no 9 Semarang. (Adi).















