Semarang Inklusif: Komitmen Merangkul Warga di Pembangunan

oleh
Program Semarang Inklusif
Wali Kota Semarang Agustina bersama anak-anak disabilitas, wujudkan Semarang Inklusif. (Foto: Ist)

Untuk mendukung terciptanya ruang yang setara bagi semua, Pemkot Semarang juga telah membebaskan 523 ruang publik di seluruh kecamatan dari tarif retribusi.

INFO lain :  Harga Cabai Naik, Mbak Ita Ingatkan Warga Semarang Pentingnya Urban Farming

Artinya, masyarakat kini bisa menggunakan berbagai fasilitas milik kota secara gratis untuk kegiatan non-komersial, termasuk di antaranya aula pertemuan di rumah susun, lapangan futsal, taman-taman kota, hingga halaman Balaikota.

Pembebasan ini memberikan ruang partisipasi yang lebih besar bagi komunitas, organisasi sosial, dan warga umum dalam menghidupkan kegiatan sosial, budaya, dan edukatif tanpa beban biaya. []