“Sekarang yang tren baru ke Kamboja dan Myanmar. Terutama anak-anak terdidik yang tertipu lewat informasi sosial media,” katanya.
Terkait hal ini kementerian sudah menutup sejumlah penyalur tenaga migran yang melanggar aturan. Apalagi yang mengirim PMI tidak sesuai prosedur.
“Kamboja semua ilegal karena tidak ada kerja sama penempatan di sana. Rata-rata bekerja di judi online dan scamming,” ujarnya. []















