Semarang – INFOPlus. Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin hadiri Gebyuran Bustaman di Kampung Bustaman, Purwodinatan, Semarang Tengah, Kota Semarang, Sabtu (22/2).
Dalam kesempatan tersebut, Iswar menegaskan bahwa upaya pengembangan pariwisata merupakan salah satu visi misi Pemerintah Kota Semarang pada periode kepemimpinannya bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.
“Kami, Bu Agustin dan Iswar, akan terus berupaya asal Kota Semarang bisa berkembang, termasuk sisi pariwisata,” kata dia.
Gebyuran Bustaman dimeriahkan dengan pertunjukan fashion show bertajuk Sukacita Bustaman, diinisiasi oleh Kolektif Hysteria bersama anggota DPR RI Komisi VII, Samuel Wattimena dan warga setempat.
Iswar menjelaskan upaya pengembangan pariwisata tersebut dapat ditempuh melalui tiga tahap. Yakni dukungan untuk akses permodalan, akses pendampingan dan akses pemasaran.
“Akses pendamping, akses permodalan, akses pemasaran itu tiga pilar dalam pengembangan usaha, termasuk dalam bidang pariwisata,” sebutnya.
Karena itu, ia berharap panitia Gebyuran Bustaman agar terus menjaga semangat. Pemkot Semarang dipastikan akan terus memberi dukungan event yang sudah menjadi agenda pariwisata tahunan tersebut.
Iswar berharap adanya kolaborasi dari berbagai pihak dalam mewujudkan kesuksesan mengembangkan wisata di Kota Semarang.
“Sehingga semua, stakeholder maupun OPD, harus menyengkuyung. Jadi misalkan ada desa wisata, itukan bukan hanya tugasnya Dinas Pariwisata. Tapi semua organisasi dan komunitas daerah harus terlibat dalam mengembangkan desa wisata di sana,” bebernya.
Acara fashion show Sukacita Bustaman di rangkaian Gebyuran Bustaman digelar pada pukul 14.00 WIB.
Selain Samuel Wattimena, sejumlah designer kondang juga terlibat. Di antaranya Yoyo Prasetio, Emmy Three, Dimas Mahendra, Sudarsa Suarsa, Elkana dan Tya Chandra.
Sedangkan modelnya sendiri tak hanya datang dari profesional, melainkan para warga asli Kampung Bustaman yang mengenakan busana dari para designer.
Setidaknya ada 29 model yang berjalan di sepanjang gang Kampung Bustaman, dan berfoto di lima titik lokasi.
Usia para model pun beragam, mulai dari anak-anak, remaja, bahkan hingga kaum ibu. Mereka terlihat antusias terlibat langsung dalam gelaran tersebut.
Agenda Gebyuran Bustaman sendiri termasuk dalam event strategis Kementerian Kebudayaan melalui dukungan Dana Indonesiana. []















