Mbak Ita Wariskan Kearifan Lokal serta Prinsip Keberlanjutan yang Mengubah Kota Semarang

oleh
Mbak Ita Semarang
Wali Kota Semarang Mbak Ita wariskan sistem pertanian dengan kearifan lokal dengan prinsip keberlanjutan yang mengubah Kota Semarang. (Footo: Ist)

Keberhasilan program ini didukung oleh empat pilar utama keberlanjutan, yaitu:

  1. Revitalisasi Lahan Tidur
    20 hektare lahan yang sebelumnya tidak produktif kini kembali dimanfaatkan untuk pertanian.
  2. Ekonomi Sirkular
    Limbah panen diolah kembali untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
  3. Petani sebagai Aktor Utama
    Peningkatan kapasitas petani dalam mengelola lahan dan air memastikan keberlanjutan program.
  4. Mendukung SDGs (Sustainable Development Goals)
    Sejalan dengan SDG 2 (ketahanan pangan), SDG 9 (inovasi teknologi), dan SDG 13 (adaptasi perubahan iklim).
INFO lain :  Sopir Truk Tabrak Pemotor Lawan Arah di Jaksel Dipulangkan
INFO lain :  Si Abunawas, Aplikasi Pengendalian dan Pengawasan Gedung di Semarang

Menjelang pergantian kepemimpinan di Kota Semarang, masyarakat berharap program ini terus berlanjut dan diperluas ke wilayah pesisir lainnya.

Keberhasilan padi biosalin bukan hanya masalah solusi pertanian, tetapi juga simbol ketahanan, inovasi, dan gotong royong dalam menghadapi perubahan iklim.

INFO lain :  Kota Semarang Buka Vaksinasi Bagi Warga di Bawah 50 Tahun

Dengan komitmen kuat terhadap pertanian berkelanjutan, Kota Semarang tidak hanya bertransformasi menjadi kota metropolitan yang maju, tetapi juga model inovasi pertanian pesisir yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. []