Kota Salatiga Dinilai Minim Permasalahan Sosial

oleh
persoalan sosial di salatiga minim
Komisi E DPRD Jateng dan Dinas Sosial Jateng gelar penyuluhan sosial di Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. (Foto: Arie Kesawa)

SalatigaINFOPlus. Kota Salatiga termasuk kategori kota yang minim dalam permasalahan sosial. Meski begitu, tetap harus ada upaya prefentif untuk mencegah meluasnya persoalan tersebut.

Hal ini disampaikan anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Ida Nurul Farida di tengah penyuluhan sosial di Aula Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jumat (23/8).

Kegiatan ini menghadirkan Muh Haris, legislator terpilih Dapil Jawa Tengah 1, Agus Rudiyanto dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Slamet Setyo Budi  dari Dinas Sosial Kota Salatiga dan Dian Widhinafisa selaku Lurah Randuacir.

Ida mengungkapkan, dibanding kabupaten kota yang lain di Jawa Tengah, persoalan sosial di Kota Salatiga terbilang kecil.

INFO lain :  Vonis Lepas Lanne Tedja Winata Dibatalkan MA, Terpidana Ajukan PK

“Beberapa permasalahan sosial yang terbilang kecil itu di antaranya angka kemiskinan dan stunting yang rendah, angka harapan hidup yang tinggi, indeks pembangunan manusia yang tinggi, dan lain sebagainya,” beber Ida.

Penyuluhan sosial mengusung tema Peningkatan Kualitas Tanggungjawab dan Kesetiakawanan Sosial diikuti oleh 60 peserta dari unsur kader Posyandu, PKK, TKSK, Tagana, Karangtaruna, dan tokoh masyarakat.

Ida Nurul Farida kembali menekankan pentingnya upaya preventif guna mencegah timbulnya berbagai masalah sosial di masyarakat.

INFO lain :  Sekretaris Koperasi Mitra Jaya Abadi Dituduh Gelapkan Mobil ke Pegadaian Pedurungan

Pengurangan masalah sosial bisa dimulai dari keluarga, misalnya memberikan perhatian terhadap pola asuh anak.

“Kebaikan masyarakat bisa terwujud melalui pembentukan lingkungan yang baik di dalam keluarga. Orang tua dan anak melaksanakan tugas serta fungsinya dengan baik,” ujarnya.

Masalah sosial yang riskan terjadi di masyarakat, lanjut dia, bisa dikurangi dengan cara memberikan perhatian serius terhadap pembentukan keluarga yang harmonis.

Dari lingkungan keluarga yang baik akan terwujud masyarakat yang baik sehingga hidup akan rukun. Pola asuh terhadap anak juga sangat penting. Lebih-lebih di era digitalisasi seperti sekarang ini.

INFO lain :  Perayaan Harganas ke-31 Digelar di Semarang, Mbak Ita: Bangun Konsep Tangani Stunting

“Intinya, kita harus bersama-sama melakukan upaya preventif guna meminimalisir potensi masalah sosial di masyarakat,” kata dia.

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah yang lain, Endrianingsih Yunita berpesan agar para peserta penyuluhan terus mendampingi masyarakat dengan baik.

Segala permasalahan yang muncul sebisa mungkin diselesaikan dengan baik, yakni selalu mengedepankan kekeluargaan dan kerukunan antarwarga.

“Terima kasih kepada panjenengan selaku garda terdepan dalam menekan sekuat mungkin agar tidak terjadi permasalahan di masyarakat. Tolong, damping terus masyarakat dengan sabar. Selalu mengedepankan sikap kekeluargaan dan kerukunan,” imbuh legilator dari Kabupaten Magelang tersebut. (AK) []