Mahasiswa Udinus Ciptakan Melanveer, Solusi Deteksi Pembuluh Vena pada Kulit Gelap

oleh
Udinus melanveer alat deteksi pembuluh vena
Lima mahasiswa Udinus pencipta Melanveer, alat pendeteksi pembuluh vena untuk pasien berkulit gelap. (Foto: Dok)

SemarangINFOPlus. Inovasi bidang medis dihasilkan mahasiswa Univeritas Dian Nuswantoro atau Udinus. Melanveer, sebuah alat yang bisa menjadi solusi atas kesulitan deteksi pembuluh vena pada kulit gelap.

Kesulitan mencari pembuluh vena sering terjadi saat melakukan tindakan invasif, terutama pada pasien dengan pigmentasi kulit gelap. Namun, permasalahan ini kini teratasi berkat inovasi dari lima mahasiswa Program Sarjana Teknik Biomedis Udinus. Mereka menciptakan alat bernama Melanveer.

Melanveer karya mahasiswa Udinus ini didesain dengan mempertimbangkan kenyamanan pengguna. Alat ini berbentuk persegi panjang dan terbagi menjadi dua bagian.

INFO lain :  Udinus Raih Hibah Penelitian Rp8 Miliar dari Kemendikbud

Di sisi kanan terdapat layar monitor selebar telapak tangan orang dewasa, sedangkan di sisi kiri terdapat bantalan untuk meletakkan tangan pengguna.

Alat ini juga dilengkapi kamera infrared yang mampu membaca pembuluh darah vena manusia. Melanveer menggunakan baterai 12 Volt yang mampu bertahan sekitar 4 jam dan memproses data menggunakan Raspberry Pi 4.

Tim yang merancang Melanveer terdiri dari lima mahasiswa, yaitu Ivone Adeline sebagai ketua tim, Andri Maulana, Salzabila Hartriningsih, Mauldy Nawa Ayu Wulandari, dan Gumilar Ilham Luwiyan.

Ivone menjelaskan bahwa alat ini telah dirancang sejak bulan April dan terus mengalami penyempurnaan. Ia menyebut Melanveer juga efektif digunakan pada pengguna dengan badan relatif gemuk, di mana pembuluh vena mereka tetap dapat terdeteksi dengan mudah.

INFO lain :  Polsek Semarang Tengah Lakukan Pengejaran Pada Pelaku Pencurian Motor

“Pengujian telah dilakukan pada 30 sampel, dan alat kami terbukti berfungsi dengan baik,” jelas Ivone dalam keterangan tertulis diterima Senin (15/7).

Ivone dan timnya berharap Melanveer mampu membantu tenaga medis di Indonesia dalam mendeteksi pembuluh vena pasien. Juga mengurangi potensi cedera dan trauma pada pasien.

“Dengan terobosan ini, efisiensi pelayanan kesehatan akan semakin meningkat,” ungkap Ivone.

INFO lain :  Sengketa Lahan Perum Madinah Alam Persada Semarang, Ahli Waris Polisikan Mafia Tanah

Dalam proses pengerjaan Melanveer, mahasiswa mendapatkan bimbingan dari dosen FT Udinus, Wisnu Adi Prasetyanto. Inovasi ini bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) yang diinisiasi oleh Ditjen Dikti Ristek dan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

Wisnu Adi Prasetyanto menyatakan bahwa Program Kreativitas Mahasiswa bertujuan menumbuhkan kreativitas dan inovasi mahasiswa.

“Kegiatan ini juga membantu membentuk karakter serta keterampilan berpikir dan bertindak mahasiswa. Kami berharap mereka mampu menyelesaikan kegiatan ini dengan baik sehingga dapat lolos ke tahap berikutnya,” ujar dia. []