Batang – INFOPlus. Peninggalan candi kuno ditemukan di Batang. Usainya diyakini lebih tua dari Candi Borobudur maupun Candi Dieng. Artinya, temuan di Batang menjadi candi tertua di Jateng.
Candi tertua di Jateng berlokasi di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Candi ini memiliki struktur batu bata berukuran 8 meter x 8 meter yang kini mulai terungkap bentuk dasarnya.
Proses ekskavasi melibatkan banyak pihak, antara lain Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Ikatan Arkeologi Indonesia, Museum Cagar Budaya, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang.
“Bagian kaki candi yang tersisa masih terawat dengan baik, sekitar 33 persen dari keseluruhan bangunan. Namun, badan dan atap candi telah hilang,” ungkap Agustijanto Indradjaja, arkeolog dari BRIN, Selasa (25/6).
Penemuan awal sisa candi tersebut sebenarnya sejak 2012 dengan survei di kawasan Pantura Batang. Pada tahun 2014-2015, tim hendak melakukan ekskavasi di situs pertirtaan Balaikambang, namun terhalang oleh hutan karet yang masih menutupi area tersebut.
Situs Balaikambang sendiri merupakan situs pertirtaan dari abad ke-9, hanya berjarak sekitar 30 meter dari lokasi candi bata tertua. Temuan arca di Balaikambang meliputi situs Durga dari Hindu dan Arca Sri Vashudara dari Budha.
“Pada tahun 2019, pohon karet dibuka dan kami memulai ekskavasi. Hasilnya kami laporkan ke Pemerintah Kabupaten Batang untuk membuka candi ini agar bisa dinikmati publik. Namun, saat itu kami belum sempat melakukan survei area di sekitar candi,” jelas Agus.
Pada tahun ini, tim melakukan survei area untuk kebutuhan delineasi dan menemukan indikasi tinggalan arkeologi lain, termasuk struktur bangunan di bagian bukit serta temuan tembikar hingga keramik.
“Ini jelas bangunan pemujaan, tapi apakah ini Budha atau Hindu, kita belum bisa memastikan. Indikasi yang jelas biasanya dari arca atau inskripsi yang belum ditemukan hingga saat ini,” sebutnya.
Agus menduga candi ini berasal dari zaman kerajaan sebelum Mataram Kuno, yang baru muncul pada abad ke-8. Berdasarkan sumber tertulis, ada satu kerajaan di sekitar abad ke-7, yaitu Kerajaan Holing atau Kalingga.
“Kerajaan Mataram Kuno baru ada sekitar abad ke-8, atau sekitar tahun 720 Masehi. Jadi, ini ada satu periode sebelum Mataram Kuno. Sumber-sumber tertulis menyebutkan sebelum Mataram Kuno, di Jawa ada kerajaan bernama Holing yang terkenal dengan Ratu Sima,” jelasnya.
Agus juga menyebut struktur candi di Kabupaten Batang mirip dengan Candi Batujaya di Karawang, yang berada di wilayah Kerajaan Tarumanegara pada abad ke-5 hingga abad ke-7.
















