Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, menyebut ekskavasi ini berlangsung selama 10 hari.
“Bentuk candi sudah kelihatan, namun bagian atasnya sudah hilang. Tahun pembuatannya diketahui dari abad ke-7, tertua di Jawa Tengah,” katanya.
Pemkab Batang mendukung ekskavasi ini dari sisi pendanaan dan menggandeng berbagai ahli dari berbagai pihak.
“Jika candi ini benar-benar candi tertua, kita harus pelihara dengan baik. Ini bisa menjadi cagar budaya dan ikon wisata di Jawa Tengah, khususnya di Batang,” ujar Bambang dengan optimis. (AL) []
















