Cari Pakan Ternak, Kakek di Suruh Semarang Ditemukan Meninggal

oleh
kakek di suruh semarang ditemukan meninggal
Petugas dari Polsek Suruh melakukan olah TKP di lokasi Kakek Buseri ditemukan meninggal dunia. (Foto: Mh)

UngaranINFOPlus. Seorang kakek di Suruh, Kabupaten Semarang ditemukan meninggal dunia usai mencari pakan ternak. Korban ditemukan tak bernyawa oleh istrinya sendiri.

Korban diketahui beridentitas Buseri (74), warga Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Ditemukan meninggal dunia oleh istrinya, Kamtin (61), Minggu (9/10) sore.

Kapolsek Suruh AKP Ririh Widiastuti membenarkan nahas yang menimpa Kakek Buseri. Kronologisnya, pada pagi hari tersebut, sekira pukul 08.00 WIB, korban pamit keluar rumah untuk mencari pakan kambing miliknya.

“Sekitar jam 10.00 WIB, korban kembali ke rumah dengan membawa tanaman untuk pakan ternaknya, dan hal itu diketahui istri korban. Namun sesaat setelah menaruh tanaman untuk pakan ternak tersebut,korban kembali meninggalkan rumah tanpa pamit kepada istrinya.” ungkap Ririh, Senin (10/6).

Hingga sore hari, sekira pukul 16.00 WIB, korban ternyata tidak kunjung pulang. Padahal jam segitu biasanya Kakek Buseri sudah berada di rumah. Khawatir terjadi sesuatu, akhirnya sang istri berniat mencari korban.

Belum jauh berjalan dari rumah, sekitar 250, sepasang mata Mbah Kamtin memergoki sesosok tubuh di sebuah parit. Dilihat dari dekat, ternyata tubuh yang tergeletak itu adalah suaminya yang tengah ia cari.

Mbah Kamtin pun berteriak minta tolong ke warga. Setelah dicek seksama, ternyata sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan di tubuh kakek yang ditemukan terlentang itu. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Suruh.

Melihat suaminya sudah meninggal dunia dalam posisi terlentang, istri korban langsung meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Suruh.

” Saat di lokasi kejadian, ditemukan dua buah bambu dan sejata tajam jenis bendo yang diduga digunakan untuk memotong bambu. Karena dari penuturan warga sekitar Rohandi (46) dan Nur Aziz (50), bahwa korban bersama keluarganya sehari hari membuat keranjang anyaman dari bambu,” beber dia.

“Kedalaman parit sekitar 1.5 meter. Dan dari lokasi jatuhnya korban, ditemukan bekas tanah tergerus yang diduga bekas korban terpeleset masuk ke dalam parit yang kondisinya kering dan ada bebatuan,” sambung Ririh.

Keterangan dari pihak keluarga, tidak ada riwayat penyakit pada korban. Namun beberapa waktu lalu Kakek Buseri sempat menjalani operasi hernia.

Tim medis Puskesmas Suruh yang datang ke TKP juga menyatakan korban meninggal bukan karena penganiayaan. Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan bekas tanda-tanda penganiayaan.

“Pihak keluarga Eko Wibowo (55) yang merupakan keponakan korban, telah membuat surat pernyataan menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas AKP Ririh. (Mh) []