Semarang – INFOPlus. Kecelakaan lalu lintas terjadi di perlintasan sebidang di Jalan Anjasmoro, Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (17/5). Mobil Avanza tertabrak KA Sembrani yang melintas. Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.
Kecelakaan KA Sembrani vs Avanza terjadi sekira pukul 15.00 WIB. Avanza putih bernomor pelat B 1960 RKW diketahui dikemudikan oleh Novita Prasetya (37), warga Kota Surabaya, Jawa Timur. Meski mobil yang dikendarainya ringsek samping kanan dan belakang, namun Novita selamat.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo membenarkan KA 62 Sembrani dengan relasi Gambir-Semarang-Surabaya Pasar Turi tertemper kendaraan minibus di jalur hilir Km 2+7/8 perlintasan sebidang terjaga No 7D di Jalan Anjasmoro Semarang.
Menurut dia, sesaat sebelum kejadian, masinis KA Sembrani telah membunyikan klakson atau suling lokomotif ketika akan melewati perlintasan sebidang tersebut. Hanya saja kecelakaan tidak dapat dihindari.
“KAI turut prihatin atas kejadian tersebut. Dan akibat kejadian ini, tidak ada dampak terganggunya perjalanan kereta api,” kata Franoto.
Saat ini korban dan kendaraan telah dievakuasi dan ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Akibat kejadian tersebut tidak ada imbas kerusakan pada sarana KA. Hanya saja ada keterlambatan 7 menit pada KA Sembrani lantaran adanya pemeriksaan rangkaian KA oleh petugas sarana KAI.
Dalam kesempatan itu, Franoto mengimbau masyarakat pengguna jalan agar mendahulukan perjalanan kereta api. Hal tersebut sesuai dengan Pasal 124 UU 23 Tahun 2007 tentang Perekeretaapian yang menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.
KAI juga meminta kepada pengguna jalan agar berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu yang terdapat di perlintasan sebidang.
“Dijaga maupun tidak dijaga , pengguna kendaraan wajib untuk waspada dan berhati-hati ketika akan melintasi perlintasan sebidang. berhenti sejenak , tengok kanan dan kiri, pastikan tidak ada KA yang akan lewat, baru boleh jalan,” ujar dia.
Terkait penyebab kecelakaan, Franoto menyebut masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
“KAI siap bekerja sama dengan pihak kepolisian dan pihak lainnya untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.” imbuh dia.
Sementara itu, informasi yang didapat, kecelakaan diduga lantaran palang pintu perlintasan tidak tertutup karena tidak ada sinyal dari petugas palang.
“Informasinya demikian (palang tidak tertutup). Tapi kami belum bisa memastikan karena petugas palang perlintasan belum bisa dimintai keterangan, masih syok,” kata Kanit Laka Satlantas Polrestabes Semarang AKP Adji Setiawan saat dikonfirmasi via telepon. []
















