“Waktu pertama kali dilimpahkan ke sana. Dia (Belinda) datang didorong pakai kursi roda. Saya sampai nangis, padahal saya baru bilang suruh kumpul tapi tekadnya Belinda ini benar-benar,” ucapnya.
Budi Sarasati menjelaskan, dari percakapannya dengan orang tua Belinda, anak didiknya itu memang punya tekad yang kuat agar bisa lulus S1. Bahkan saat menjalani perawatan di rumah sakit, Belinda kerap melamun lantaran memikirkan pendidikannya.
“Dalam mimpi-mimpinya Belinda itu dia harus bisa skripsi. Jadi memang dari diri Belindanya yang berharap agar dia bisa lulus,” ucapnya.
Sementara itu Dekan Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Prof. Adi Fachruddin,PhD membenarkan peristiwa mengharukan sekaligus membagakan tersebut. Dekan Fakultas Psikologi itu berhrap semangat dari Belinda dapat dijadikan suri tauladan bagi mahasiswa yang lain, agar semangat belajarnya tak pernah kendor.
“Semangat Belinda untuk menyelesaikan skripsi dan menyelesaikan studi nya, patut dijadikan suri tauladan untuk mahasiswa dan mahasiswi lainnya di Fakultas Psikologi Ubhara,” Katanya. (Ts)
















