Penumpang KM Lawit Nekat Lompat ke Laut, Hilang di Perairan Karimunjawa

oleh
Seorang penumpang kapal Nekat Lompat
Petugas Basarnas Semarang melakukan pencarian penumpang KM Lawit yang lompat ke laut di perairan Karimunjawa. (Foto: Basarnas Semarang)

Semarang – INFOPlus. Seorang penumpang kapal dilaporkan nekat melompat ke laut saat dalam perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Penumpang tersebut hilang di perairan sisi tenggara Karimunjawa.

Kantor SAR Semarang mendapat informasi adanya seorang penumpang KM Lawit yang terjun ke laut saat kapal tengah berlayar. Kejadian itu terjadi pada Minggu (28/4) sekira pukul 13.42 WIB saat KM Lawit asal Kumai, Kalimantan Tengah hendak menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Penumpang nekat tersebut diketahui berindentitas Giyatno Yuwono (47) warga Kelurahan Butuh RT 23 RW 8, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.

INFO lain :  Pecinan Kota Semarang Mulai Bersolek Sambut Imlek

“Kami menerima info dari SROP bahwa ada satu penumpang KM Lawit yang terjun ke laut, atas nama Giyatno Yuwono di posisi tenggara Karimunjawa,” tutur Kepala Basarnas Semarang, Budiono lewat keterangan tertulis, Selasa (20/4).

INFO lain :  Perayaan Malam Pergantian Tahun, Resto Rodjo, Semarang Gelar 1200 Kembang Api

“Dan saat ini kami sudah mengirimkan tim pencari menggunakan KN SAR Sadewa 231 ke perairan Karimunjawa,” lanjutnya.

Diketahui, KM Lawit melakukan pelayaran dari Kumai, Kalimantan Tengah dengan tujuan Semarang pada Sabtu (27/4) lalu. Kapal tersebut sempat sandar di Pelabuhan Karimunjawa, dan keesokan harinya kembali melanjutkan pelayaran menuju ke Tanjung Emas Semarang.

Namun di posisi 05° 57′ 07″ S / 110° 42′ 62″E atau tepatnya di tenggara Pulau Karimunjawa terjadilah peristiwa penumpang lompat ke laut. Belum diketahi secara jelas penyebab penumpang nekat menceburkan diri ke laut.

INFO lain :  Realisasi PAD 2023 Kota Semarang Capai 97 Persen, Mbak Ita Minta OPD Genjot Inovasi

“Saat ini kami telah melakukan pencarian dibantu dari SROP Karimunjawa, SROP Jepara serta nelayan sekitar Karimunjawa namun masih nihil. Semoga besok cuaca cerah dan ombak juga landai sehingga korban lekas ditemukan,” pungkas Budiono. (Ags/Mw)