Semarang – INFOPlus. Pemerintah Iran tertarik untuk menggandeng Pemkot Semarang membentuk sister city bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan dan dialog antara Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dengan Wakil Presiden Republik Islam Iran, Ensieh Khazali di Jakarta belum lama ini.
Dalam pertemuan kedua pemimpin tersebut, Wapres Iran tertarik dengan berbagai program yang dilakukan Pemkot Semarang, khususnya dalam penanganan stunting dan pemberdayaan perempuan. Karenanya, Khazali ingin ada perjanjian sister city dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Mbak Ita, sapaan Wali Kota Semarang, menyebut jika perjanjian sister city terealisasi maka hal tersebut merupakan turunan penandatanganan MoU kerja sama antara Iran dengan Indonesia yang diwakili Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
“Kementerian PPPA sudah tanda tangan MoU kerja sama dengan pemerintah Iran, di situ kemudian hadir Wakil Presiden urusan perempuan Iran yang menunjuk kota untuk dijadikan Sister City. Dari turunan MoU pemerintah Iran dengan pemerintah Indonesia melalui yang Kementerian PPPA akhirnya kemarin salah satu yang ditunjuk menjadi sister city kan Kota Semarang,” terang dia, Senin (8/1).
Terkait rencana sister city ini, Wali Kota Semarang telah bertemu langsung dan berdiskusi dengan Wakil Presiden Iran untuk mengenalkan potensi Kota Semarang baik dari kondisi demografis maupun program-program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Pada saat diskusi ditanya terkait dengan luasnya Kota Semarang, kemudian berapa jumlah penduduknya, perempuannya berapa kemudian kemarin kita sudah menyampaikan banyak program terkait perempuan dan anak,” lanjut Mbak Ita.
Beberapa program Pemkot Semarang terbukti menambah ketertarikan Wakil Presiden Iran untuk menjadikan Kota Semarang sebagai sister city. Di antaranya, Rumah Duta Revolusi Mental untuk penanganan kekerasan perempuan dan perlindungan anak serta Rumah Pelita untuk penanganan stunting, sekaligus program pemberdayaan perempuan, kerajinan, dan UMKM-nya.
Karena ketertarikan Khazali tersebut, Pemerintah Kota Semarang diminta melakukan penandatanganan sister city di Kota Yazd, Iran.
“Wakil Presiden (Iran) tertarik, akhirnya akan dilakukan penandatanganan sister city di Kota Yazd. Pemkot diminta untuk mengirimkan profile dari Kota Semarang, khususnya terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak itu dan nanti akan ditindaklanjuti dan akan diundang ke Kota Yazd,” pungkasnya. (Ags/Mw)












