DLH Kota Semarang Targetkan 1.000 Bank Sampah Terdaftar KLHK di Tahun 2024

oleh
Kepala DLH Kota Semarang Bambang Suranggono. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang menargetkan 1.000 bank sampah terdaftar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2024.

Saat ini DLH Kota Semarang terus mendorong terbentuknya bank sampah dalam upaya meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat, termasuk pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Menurut Kepala DLH Kota Semarang Bambang Suranggono, saat ini sudah ada 497 bank sampah yang telah aktif dan terdaftar secara resmi di KLHK. Sedangkan 375 bank sampah lainnya masih rintisan.

“Yang sudah terdaftar di register nasional pengolahan sampah ada 497 bank sampah. Dan sebanyak 375 masih dalam tahap rintisan dan berlokasi baik di RT maupun RW. Kota targetkan 1.000 bank sampah terdaftar resmi,” katanya, Kamis (14/12).

INFO lain :  Mahasiswinya Diduga Bunuh Diri, Udinus Semarang Berduka

Bambang mengungkapkan, meskipun sejumlah bank sampah masih berstatus rintisan dan belum terdaftar di register nasional pengolahan sampah, DLH Kota Semarang telah dan terus memberikan pendampingan secara aktif.

“Bank sampah rintisan ini nantinya akan mendapatkan surat keputusan (SK) dari kelurahan setempat, untuk kemudian DLH Kota Semarang akan membantu pengajuan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” ungkapnya.

INFO lain :  Pemicu RI Belum Bisa Setop Ekspor Gas

Dipaparkan, sebanyak 497 bank sampah yang sudah terdaftar dan 375 bank sampah rintisan hingga saat ini telah memberi kontribusi positif bagi masyarakat, mulai dari pemilahan hingga pemilihan sampah rumah tangga.

“Kami memiliki petugas penyuluh lapangan bank sampah untuk melakukan pendampingan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pilot project dengan menyediakan 16 titik tempat pemilahan sampah rumah tangga.

“Jadi total ada 16 titik itu sudah mulai pilah sampah dari rumah, kita sediakan kantong plastik, kita sediakan tempat sampah organik dan nonorganik. Kami sediakan angkutan roda tiganya. kemudian saat dibawa ke TPS itu sudah dipisah antara sampah organi dan nonorganik,” bebernya.

INFO lain :  Main di Pantai Dewaruci Tak Pamit Ortu, Remaja Purworejo Hilang Tenggelam

Bambang Suranggono berharap bahwa keberhasilan program bank sampah ini dapat menjadi contoh dan mendorong partisipasi dari setiap level di masyarakat, mulai dari tingkat RT hingga kecamatan.

Dengan demikian, kesadaran lingkungan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dapat merambah ke seluruh kelurahan di Kota Semarang.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya dalam pengurangan sampah, tetapi juga dalam menciptakan masyarakat yang peduli lingkungan. (Ags/Mw)