Semarang – INFOPlus. Berbagai inovasi dilakukan Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dalam menangani persoalan stunting di wilayahnya. Ikhtiar itu membawa Mbak Ita, sapaannya, menerima penghargaan kategori Government Officer for Healthcare and Stunting Eradication Initiatives.
Mbak Ita menerima penghargaan dalam acara malam penganugerahan People of The Year 2023 di Grand Studio Metro TV, Jumat (24/11). Penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen seriusnya dalam menyelesaikan masalah kesehatan dan persoalan stunting di Kota Semarang.
Mbak Ita menyampaikan peraihan penghargaan tersebut karena dukungan dan gerak bersama dari stakeholder maupun masyarakat di Kota Semarang. Dirinya juga optimis pada tahun 2024 kota Semarang akan menjadi kota dengan zero stunting.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Semarang, saya mewakili karena semua adalah konsep bergerak bersama. Dan tentunya dengan diberikan penghargaan akan menjadikan motivasi kami semua, dan kami targetkan Insya Allah 2024 nanti zero stunting,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (27/11).
Dikatakan, lebih khusus soal keberhasilan program penanganan stunting, karena mendapat arahan langsung dari presiden ke-5 RI, Megawati Sukarnoputri. Atas arahan tersebut juga, Pemkot Semarang berhasil menurunkan kasus stunting 10 persen dalam jangka waktu satu tahun.
“Kami sangat didukung oleh Ibu Megawati Soekarnoputri yang menjadikan angka stunting turun 10 persen dalam waktu 1 tahun,” tuturnya.
Di bidang kesehatan, Kota Semarang memperoleh capaian tertinggi dalam program Universal Health Coverage (UHC) dengan angka mencapai 99,23 persen pada tahun 2023, dan mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Sebelumnya, Kota Semarang meraih penghargaan sebagai daerah yang peduli dengan penanganan stunting dan layak anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (Ags/Mw)














