Rumah Pompa Kali Sringin dan Tenggang Semarang Berfungsi Normal Kembali

oleh
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau rumah pompa di Kali Tenggang, Rabu (15/10). (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana buka suara ihwal rumah pompa Kali Tenggang dan Kali Sringin di Kota Semarang tidak bekerja maksimal. Kini, pompa air di dua rumah pompa itu sudah diperbaiki dan telah berfungsi normal.

Kepala BBWS Pemali Juana, Harya Muldianto mengatakan, kendala tersebut dikarenakan rusaknya propeller atau baling-baling akibat tersumbat potongan-potongan kayu.

“Beberapa pekan lalu ada propeller yang rusak karena nyangkut kayu. Kemarin sudah kami perbaiki dan pagi sudah dipasang, sudah normal dan bisa bekerja kembali,” kata Harya, Sabtu (18/11).

Harya mengakui munculnya genangan air di Jalan Kaligawe, Kecamatan Genuk akibat rusaknya pompa di rumah pompa Kali Sringin.

Dia mengatakan, air yang tidak mengalir lancar juga karena hambatan-hambatan bottleneck atau penyempitan di depan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) hingga eks Terminal Terboyo.

“Di Kaligawe airnya melimpas itu dari saluran pembawa arah Kali Sringin. Saat itu, kami terjunkan pompa mobile langsung dibuang ke laut,” katanya.

Saat terjadi genangan air di ruas Jalan Raya Kaligawe pada Rabu (15/11), Harya menyebut peristiwa itu di luar perkiraan. Ketika itu, pompa-pompa yang rusak sedang diperbaiki di bengkel pemeliharaan BBWS Pemali Juana.

“Pompa ini salah satu upaya untuk mengurangi genangan, kami menjaga pompa di bawah kewenangan harus sehat. Memang kebetulan di luar perkiraan karena kami sedang memperbaiki untuk menghadapi Desember, ternyata hujan sudah datang duluan,” jelasnya.

“Betul yang nyala hanya tiga karena yang tiga ada perbaikan. Di Sringin juga demikian, hanya satu, sama propellernya rusak,” tuturnya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang terjadi pada Selasa (14/11) malam, membuat wilayah Jalan Kaligawe dan beberapa wilayah Genuk, Kota Semarang tergenang banjir. Ketinggian air banjir bervariasi mulai dari setinggi mata kaki hingga lutut orang dewasa.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut faktor utama terjadinya banjir dikarenakan tidak maksimalnya dua rumah pompa di Kali Tenggang dan Kali Sringin. Beberapa pompa milik BBWS Pemali-Juana ini tidak bekerja karena rusak.

“Mendapat informasi bahwa wilayah Padi Raya kemudian Kaligawe tergenang, setelah diselidiki ternyata dua rumah pompa air tidak bekerja maksimal. Saya cek Kali Tenggang ini pompa hanya nyala tiga dari enam dan itupun tidak maksimal. Yang tiga lainnya alasannya masih perbaikan. Dan di Kali Sringin yang harusnya lima yang nyala satu. Kalau mau bicara SOP-nya harusnya dua. Tapi sama, katanya trouble. Kalau selalu trouble gimana,” beber Mbak Ita, sapaan akrabnya. (Ags/Mw)