“Kami berharap ini bisa menjadi embrio untuk food station. Kami belajar banyak dengan Jakarta, dan disupport Bank Indonesia. Kami akan mengembangkan pasar Kanjengan ini jadi Food Station yang lebih luas dan lengkap. Harapannya bisa menjadi penyangga komoditi di Jateng sekaligus mengendalikan laju inflasi,” Jelasnya.
Tak hanya itu, Pemkot Semarang juga meluncurkan aplikasi SIHARPA atau Sistem Informasi Harga Pangan.
SIHARPA merupakan aplikasi milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang yang berfungsi dalam memantau serta mengevaluasi kualitas dan harga beras setiap hari.
“SIHARPA ini tindak lanjut dari program Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman), di mana kita berkolaborasi dengan BUMN dan BUMD berkeliling ke kecamatan, kelurahan, tempat ibadah bahkan industri. Dengan Kios Pandawa Kita Ini memberikan kesempatan ke warga jika tidak mendapatkan di Pak Rahman bisa terpenuhi di sini,” bebernya.
Ditambahkan, SIHARPA ini merupakan aplikiasi pemantauan harga, sehingga harga komoditi di 52 pasar di Kota Semarang bisa terpantau.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga menyerahkan 5.600 bibit cabai kepada TP PKK Kota Semarang dan 100.000 bibit cabai dan green house kepada Koperasi Tani Magelang. Hal ini sebagai komitmen penuh dalam mendukung pengendalian inflasi komoditas pangan bergejolak di Jawa Tengah, terutama komoditas cabai. (Ags/Mw)















