Semarang – INFOPlus. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu selalu membuka ruang diskusi, dialog, dan komunikasi kepada generasi Z atau rentang usia 11-26 tahun. Upaya ini bagian dari ikhtiar Mbak Ita, sapaan akrabnya, melibatkan kaum muda di proses pembangunan.
Jalinan komunikasi dengan kaum muda Kota Semarang ini diwujudkan Mbak Ita dengan selaku hadir di setiap undangan diskusi yang diterimanya. Tak hanya itu, ia pun kerap menjadi pembicara pada acara yang digelar organisasi kepemudaan, pelajar dan mahasiswa.
“Saya hampir tiap hari ada kegiatan-kegiatan dialog dan diskusi dengan mahasiswa, dari SMA, dan organisasi kepemudaan. Saya senang, karena mendapat masukan dari mereka,” kata Mbak Ita dalam keterangan tertulis diterima Selasa (14/11).
Mbak Ita sadar betul akan pentingnya melibatkan generasi muda dalam proses pembangunan Kota Semarang. Apalagi generasi muda merupakan masa depan bangsa. Merekalah yang akan memegang tampuk kepemimpinan Indonesia di masa depan.
“Jadi kita sudah mulai berpikir apa yang harus kita bekalkan kepada generasi post milenial yang kelak akan menentukan masa depan bangsa ini, maju tidaknya bangsa, menentukan utuhnya bangsa ini. Kami di Pemkot Semarang berusaha untuk memberikan ruang komunikasi dengan mereka,” tegasnya.
Orang nomor satu di jajaran Pemkot Semarang ini tak menyangka bakal intens bersinggungan dengan generasi yang secara usia terpaut jauh dengan dirinya itu.
Diakui, awalnya kesulitan menerapkan metode komunikasi dengan mereka yang kini duduk di bangku sekolah menengah atas dan perguruan tinggi itu. Namun, sebagai represtasi pemerintah, ia wajib memberi ruang dan fasilitas kepada generasi muda untuk berinovasi, berkarya, hingga mengembangkan diri demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.
Dan kini, Mbak Ita mulai memahami konsep berpikir generasi milenial dan generasi Z, yang memang lebih memililiki sikap keterbukaan tinggi terhadap informasi ataupun hal-hal baru yang belum mereka ketahui.
Dua kelompok generasi ini juga memiliki rasa penasaran terhadap topik terkait sains dan teknologi.
“Mereka ini lebih banyak jumlahnya, mendominasi dari se-usia saya. Dan sekarang sudah banyak pemuda yang sadar mereka ini adalah harapan bangsa,” katanya.
Wali Kota perempuan pertama di Kota Semarang ini berujar generasi muda adalah harapan masa depan bangsa. Dia menitipkan harapan di tangan mereka, agar inovasi dapat berlipat ganda.
Seperti diketahui, belum lama ini Wali Kota Semarang mengisi kuliah umum dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Batch III. Dia memaparkan tentang Modul Nusantara dengan tema Perempuan Pertama Wali Kota Semarang.
















