Sosialisasi Piterpan, Mbak Ita Ingin Kantin Sekolah di Semarang Sediakan Makanan Berprotein dan Sayur

oleh
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan sosialisasi program Pelayanan dan Edukasi Terpadu Pelajar Kota Semarang (Piterpan) di Sekolah Menengah Atas (SMA) 5 Semarang, Selasa (31/10). (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan sosialisasi program Pelayanan dan Edukasi Terpadu Pelajar Kota Semarang (Piterpan) di Sekolah Menengah Atas (SMA) 5 Semarang, Selasa (31/10/2023).

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Abdul Hakam dan jajarannya. Dalam kesempatan itu, Mbak Ita, sapaan Wali Kota Semarang, menekankan pentingnya kesehatan kepada para pelajar.

Selain pendidikan, kebugaran raga dan kesehatan mental sangat penting bagi masa depan para pelajar. Oleh karena itu, Pemkot Semarang memfasilitasi layanan-layanan kesehatan dan edukasi seperti program Piterpan.

Dalam inovasi itu, Dinkes Semarang memberikan sosialisasi tentang pentingnya makanan sehat dan bergizi untuk tumbuh kembang kepada para pelajar. Kemudian para pelajar juga mendapatkan layanan konsultasi manakala memiliki gangguan kesehatan lainnya seperti masalah mental dan kebugaran.

INFO lain :  Pasien Corona di Kota Semarang Tembus 2.000 Orang

“Dari acara ini para pelajar diedukasi bagaimana makan yang sehat. Tadi juga diberikan tablet kesehatan untuk menjaga kesehatan bagi pelajar,” ujar Mbak Ita di sela-sela kegiatan.

Selain itu, dirinya juga meminta sekolah agar kantin bisa menyajikan makanan yang sehat untuk dikonsumsi pelajar. Ia pun mengimbau olahan masakan kantin bisa banyak mengandung protein dan sayuran.

INFO lain :  Vonis Pembobol ATM Teller Bank Jateng Pekalongan Inkracht

Mbak Ita juga berharap para guru dan sesama pelajar bisa saling mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan makanan.

“Dari kantin sekolah juga ada edukasi dibuatkan variasi makanan. Dan juga dibuat stiker kantin, yang tidak memenuhi syarat harus diedukasi. Karena namanya anak-anak pasti larinya ke makanan olahan, sehingga nanti harus dibuat kayak nugget dari sukun, nugget dari ikan laut atau tempe. Kita harus pintar-pintarnya menarik generasi melenial untuk suka degan makanan yang bergizi,” paparnya.

Pada momen itu juga, Mbak Ita juga mengingatkan kembali tentang bahaya narkoba dan pergaulan bebas. Selain mengancam masa depan, tindakan-tindakan itu juga bisa merugikan keluarga.

INFO lain :  Eks Camat Gajahmungkur Semarang Ade Bhakti Kena Teror, Netizen Geram

Sementara, Kepala Dinkes Abdul Hakam menambahkan, saat ini di setiap puskesmas sudah ada fasilitas kesehatan mental. Dirinya mendorong agar masyarakat terutama pelajar bisa memanfaatkan layanan-layanan kesehatan yang telah disediakan.

“Ini ada layanan Sultan yakni konsultasi kesehatan mental. Nantinya kita akan minta Kominfo agar melalui 112 bisa sambung ke kantor kita. Kalau butuh langsung kita rujuk ke RDRM (Rumah Duta Revolusi Mental). Jika butuh tatap muka pesan melalui chat atau telepon, kita berusaha memberikan ini ke masyarakat,” imbuhnya. (Ags/Mw)