Penanganan Stunting Kota Semarang Dipuji Megawati, Begini Resep Keberhasilan Mbak Ita

oleh
Keberhasilan Mbak Ita dalam pengentasan stunting di Kota Semarang dipuji Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Keberhasilan penanganan stunting di Kota Semarang dipuji Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Apa resepnya? Begini konsep penanganan stunting yang direalisasikan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Dalam penutupan Rakernas IV PDI Perjuangan, di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (1/10) kemarin, Megawati menyebut program pengentasan stunting yang dikerjakan Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang, cukup sukses.

Sebelumnya, Megawati menceritakan pengalamannya tentang perjalanan bertemu Paus Paulus di Vatikan. Saat itu dia bertemu dengan pasukan pengawal Garda Swiss, yang tingginya mencapai 2 meter.

“Ini sebetulnya manusia unggul Indonesia seperti ini, bukan nyombong-nyombongin, malah stunting,” ucap Megawati memuji kinerja Mbak Ita.

INFO lain :  Mbak Ita Ingin Balai Kota Semarang Jadi Kantor Green Building

“Untung ada Mbak Ita, bukan menyombongin Mbak Ita. Dia itu orangnya cerewet, cak cek cak cek, cepet ngerti. Nah ditiru gitu lho ibu-ibu, jangan terus ngiri. Ibuk-ibuk kan kadang ‘ibu itu ais..ais..’ gak ada pelajaran yang ingin diambil,” sambung dia.

Megawati yang juga merupakan Ketua Dewan Pengarah Badan Riset Inovasi Nasional ini meminta kadernya untuk meniru kinerja cepat Mbak Ita.

“Semuanya harus dibuat, supaya peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia. Kemiskinan ekstream berkurang hingga 0 persen. Lihat Tiongkok, 1,7 miliar (jumlah penduduk-red) bisa menyatakan dengan bangganya, kemiskinan sudah 0 persen, hingga tingkat desa,” katanya.

INFO lain :  Pornas Korpri XVI Resmi Dibuka, Menteri Basuki dan Ganjar Duet Nyanyi Bento

Menurutnya, semua program harus berjalan optimal demi peningkatan hidup manusia dan kemiskinan ekstrem berkurang hingga nol persen.

Sebagai informasi, keberhasilan penanganan stunting di Kota Semarang membuat Mbak Ita menjadi salah satu pimpinan daerah yang banyak dibicarakan publik. Inovasi-inovasi yang diterapkan di Kota Semarang, membuat angka stunting turun signifikan, dari 21,3% (tahun 2021) menjadi 10,4% (tahun 2022). Dan hingga Juni 2023, masih ada 1.270 kasus stunting.

Pada tahun 2023 ini, Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran cukup besar untuk penurunan stunting yakni sekitar Rp 107 miliar dalam satu tahun anggaran.

INFO lain :  Banjir di Semarang Rendam Ratusan Rumah

Anggaran tersebut terbagi di sejumlah dinas sesuai dengan tupoksi masing-masing. Misalnya, Dinas Kesehatan mengintervensi kesehatan anak dan ibu hamil, Disdalduk KB memenuhi kebutan pemberian makanan tambahan, Disperkim memiliki kewenangan sanitas, dan dinas terkait lainnya.

Tak hanya angka stunting, angka ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) juga menjadi perhatian Pemkot Semarang.

Data Dinas Kesehatan, pada Januari 2023, ibu hamil KEK sebanyak 1.118 kasus. Angka tersebut turun menjadi 990 kasus pada Februari. Pada Maret, angka juga mengalami penurunan menjadi 784 kasus.