Pekalongan – INFOPlus. Pembangunan Monumen Hoegeng di Kota Pekalongan dimulai. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Selasa (26/9).
Kapolda Ahmad Luthfi mengatakan pembangunan monumen dapat menjadi pengingat tidak hanya bagi masyarakat namun juga seluruh anggota Polri untuk mengenang keteladanan sosok Kapolri ke-5 itu.
“Jadi Hoegeng tidak hanya milik Polri, tapi milik masyarakat kita bersama. Pak Hoegeng ini dikenal sebagai sosok polisi yang idealis, beliau jujur, sederhana, berani dan berintegritas tinggi,” ujar dia.
Kapolda menambahkan, sifat Jenderal Hoegeng ini perlu dicontoh tidak hanya anggota polri, tapi seluruh masyarakat pada umumnya. Bahkan sosok Hoegeng dapat mengangkat marwah Kota Pekalongan yang selama ini dikenal masyarakat sebagai Kota Batik.
“Jadi nanti ingat Pekalongan tidak hanya ingat batik, tapi ingat ada sosok Pak Hoegeng yang berasal dari Pekalongan. Ingat Pak Hoegeng jadi ingat sosok polisi yang jujur. Kita mohon doa semoga ke depan, Pak Hoegeng dapat diangkat menjadi pahlawan nasional,” tuturnya.
Diungkapkan pula, bahwa setiap anggota Polri wajib meneladani sifat dan kepribadian Hoegeng, dimulai sejak awal dari pendidikan dengan mengunjungi monumen tersebut.
“Jadi sejak masuk pendidikan, bisa diajak untuk datang ke monumen ini, untuk mengenal sosok Pak Hoegeng sehingga terpatri di dadanya, saya harus jadi polisi yang berani, jujur, sederhana dan berintegritas tinggi seperti beliau. Sehingga diharapkan dapat memunculkan Hoegeng-Hoegeng yang lain,” bebernya.
Pembangunan monumen Hoegeng dijadwalkan rampung pada tanggal 10 November 2023 bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional.
“Rencana nya pada 10 November nanti akan diresmikan oleh Bapak Kapolri langsung. Kita juga akan gelar berbagai kegiatan seperti kegiatan bakti sosial, bakti kesehatan dan lainnya di stadion Hoegeng ini,” pungkas jenderal bintang dua ini. (nay/mw)












