Selain itu, DE juga meyakini bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, memainkan atau mendengarkan musik, dan berdoa di makam adalah haram.
“Karena telah menjurus kepada duplikasi budaya orang Yahudi dan kaum kafir lainnya,” kata Islah.
Islah juga mengatakan bahwa DE memutuskan untuk melakukan ‘jihad’ demi mendobrak kemungkaran perilaku umat Islam di Indonesia.
“Menurutnya, salah satu tindakan Jihad adalah membunuh orang kufur sebanyak-banyaknya sebelum dia sendiri ‘mati syahid’ dan masuk surga untuk bertemu 72 bidadari,” jelasnya.
Sebelumnya, DE ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di Perumahan Pesona Anggrek Harapan, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Senin (14/8/2023).
Dalam penangkapan itu, ditemukan sejumlah barang bukti di antaranya berupa senjata api sebanyak 18 buah.
“Masih dihitung (jumlah pastinya), 18 (senjata diamankan),” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto kepada wartawan di lokasi penggeledahan.
Karyoto mengatakan 18 senjata terdiri atas laras panjang, laras pendek, hingga air gun yang dimodifikasi menjadi senjata api.
“Ini yang sangat berbahaya,” sebut dia.
Selain itu, Karyoto mengaku melihat bendera ISIS.
“Kalau saya lihat ini ada bendera ISIS,” imbuhnya.
Sosok DE
Diketahuinya DE sebagai karyawan PT KAI terungkap dari pernyataan Vice President Public Relation KAI, Joni Martinus pada Selasa (15/8/2023).
“Bertugas di bagian operasional sebagai petugas langsir di Stasiun Jakarta Kota,” kata Joni Martinus.
Menurut Joni, selama bekerja di PT KAI, DE menjalankan tugasnya sesuai prosedur. DE juga tidak meninggalkan kedinasan tanpa keterangan. Lebih lanjut, Joni mengatakan DE sosok yang suka berbaur dan berinteraksi dengan teman seprofesinya.
“Dalam kesehariannya, DE pembawaannya selalu berbaur dan berinteraksi dengan rekan-rekan kerja, dan tidak tertutup,” ucapnya.
Di sisi lain, Joni mengatakan DE juga disebut tidak pernah bermasalah dalam kedinasannya.
“Dalam kedinasannya, DE selalu berdinas sesuai prosedur, tidak pernah ada masalah kedinasan. Selalu tertib dan tidak pernah meninggalkan kedinasan tanpa keterangan,” jelasnya.
Sementara itu, Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar mengatakan DE baru bergabung di PT KAI pada 2016 lalu.
“Jadi setelah dia awal tadi pertama dia bergabung dengan MIB di Bandung menjadi jamaah di WM yang sudah ditangkap itu, kemudian 2014 dia menyatakan baiat tunduk kepada amir ISIS kemudian 2016 baru dia terdaftar sebagai karyawan PT KAI,” kata Aswin dalam konferensi pers, Selasa (15/8/2023).
Aswin mengatakan setelah WM tertangkap kala itu, anggotanya bubar dan berpencar. Tidak sedikit pula yang terus melakukan aksi terorisme secara individu termasuk DE. Meski begitu, Aswin mengatakan saat ini pihaknya masih menelusuri terkait latar belakang DE hingga akhirnya yang bersangkutan terpapar paham radikal.












