Semarang – INFOPlus. Beredar sebuah video aksi emak-emak menggelar demo di Kantor Gajahmungkur, Jalan S Parman, Kota Semarang. Mereka unjuk rasa mendukung lomba masak nasi goreng yang digagas Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita.
Belum jelas kapan demo tersebut digelar. Namun informasi yang didapat, emak-emak tersebut mendatangi Kantor Gajahmungkur dan berdemo pada Kamis (3/8) sore.
Video demo emak-emak demo berdurasi 1 menit 40 detik. INFOPlus mendapatkan video tersebut dari perpesanan WhatsApp.
Video menceritakan aksi emak-emak berdemo, layaknya aksi demo yang biasa terjadi. Mereka membawa sejumlah peralatan memasak. Juga beberapa spanduk yang bertuliskan dukungan lomba masak ala Mbak Ita, seperti ‘Jangan Lecehkan Kami Kaum Emak-emak.
Berikut narasi video yang disuarakan seorang perempuan terkait aksi demo emak-emak tersebut:
Emak-emak melakukan demo di kantor Kecamatan Gakahmungkur. Sebanyak ratusan emak-emak melakukan demo di kantor Gajahmungkur pada sore hari di kantor Gajahmungkur Kota Semarang. Mereka mendukung dan menyatakan senang dan bergembira mengikuti lomba nasi goreng ala Mbak Ita.
Dengan membawa alat masak, mereka protes kepada orang yang sirik terhadap lomba tersebut. Kami senang mengikuti lomba nasi goreng ala Mbak Ita, yang tidak suka jangan sirik. Begitu ucapan salah satu wakil dari pendemo. Ini lah yang disebut the power emak-emak.
Setelah melakukan orasi sebentar, lalu keluar Camat Gajahmungkur yang baru menerima pendemo. Emak-emak diterima Camat Gajahmungkur yang baru dan menyampaikan aspirasi tersebut.
Di bagian akhir video terlihat Camat Gajahmungkur yang baru, Puput Widhiatmoko Hadinugroho menemui pendemo. Camat pengganti Ade Bhakti Ariawan ini mengaku akan menyampaikan aspirasi pendemo ke Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
“Akan kami sampaikan ke Ibu Wali, bahwasannya dengan lomba nasi goreng tersebut warga masyarakat responsnya bagus, nanti akan kami sampaikan,” ucap Puput sambil acungkan jempol.
Terpisah, eks Camat Gajahmungkur Ade Bhakti menanggapi santai demo tersebut. Ia menyatakan mereka yang datang ke Kantor Kecamatan Gajahmungkur banyak yang merupakan warga Kecamatan Semarang Selatan.
“Kalau kita berkaca Gajahmungkur, kemarin lomba video nasi goreng, itu kan 1 RT ada 10 orang. Kita ada 345 RT, berarti 3.450 orang. Nah kalau yang datang kemarin hanya 30 orang, katanya mewakili ibu-ibu se-Kota Semarang, nah ibu-ibu mana yang diwakili atau sebenarnya apa yang diwakili atau mewakili yang nyuruh mungkin?,” ujar dia tersenyum.















