Usai Sindir Nasi Goreng ala Mbak Ita, Camat Gajahmungkur Semarang Dicopot

oleh

Semarang – INFOPlus. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan mutasi besar-besaran jajarannya, Selasa (1/8). Salah satu pejabat yang dimutasi adalah Camat Gajahmungkur, Ade Bhakti, yang beberapa waktu sebelumnya membuat konten menyindir lomba nasi goreng ala Mbak Ita.

Camat Gajahmungkur Ade Bhakti dicopot dari jabatannya dan dipindah ke Dinas Pemadam Kebakaran sebagai Sekretaris Dinas. Meski pindah tempat, jabatan baru dan lama Ade Bhakti masih tergolong satu level, yakni jabatan esselon III.

Mbak Ita, sapaan Wali Kota Semarang, melakukan mutasi jabatan 349 pegawai di lingkungan Pemkot Semarang. Selain ada yang mendapat promosi jabatan, banyak di antara mereka yang menempati posisi baru hanya mengalami pergeseran atau dipindah masih dalam level jabatan yang sama.

INFO lain :  Lapas Kedungpane Semarang "Mantu", Nikahkan Seorang Napinya

Ita sendiri mengaku melakukan mutasi tanpa unsur suka dan tidak suka terhadap bawahannya. Mutasi dilakukan dengan pertimbangan mendalam dan membutuhkan waktu berbulan-bulan dalam mengambil keputusan. Salah satunya dengan melihat passion setiap pegawai.

“Tidak ada namanya like and dislike. Saya berusaha menempatkan teman-teman sesuai bidangnya. Yang kemarin-kemarin bukan tidak cocok atau tidak sesuai, mereka-mereka ada yang bukan passion sehingga kami tempatkan sesuai kompetensi masing-masing,” beber dia usai pelantikan.

Mutasi dan promosi jabatan juga karena pertimbangan cukup banyaknya pegawai yang pensiun. Dengan kebijakan tersebut, pegawai yang pensiun per 1 Agustus sudah ada penggantinya.

INFO lain :  Jalan Alternatif Demak-Semarang saat Jalur Pantura Ditinggikan

“(Sehingga) kami jadi satu tim yang bisa menjadi tim bergerak bersama dalam melayani masyarakat,” imbuh dia.

Terpisah, Ade Bhakti yang dikonfirmasi menganggap mutasi yang diterimanya hal biasa, bagian dari penyegaran tugas.

“Refreslah ya sebagai ASN kan sudah berkontrak di tempatkan di mana saja. Saya paling senang berada di tempat baru. Mulai Dishub, Satpol PP, protokoler dan lain sebagainya, semua adalah hal baru. Kalau saya pindah ke sini, kayaknya tantangannya tambah seru. Jadi tadi yang disampaikan Bu Wali Kota juga sama, refresh dengan sejumlah penekanan kepada para pejabat yang dilantik terkait beberapa hal,” beber dia.

Terkait apakah mutasi yang diterima lantaran konten kritisnya tentang lomba nasi goreng ala Mbak Ita, Ade menjawab santai.

INFO lain :  Vonis Banding Ida Nursanti, Terdakwa Korupsi Tanah PA Blora Diubah

“Takonke sing mutasi Mas, takonke sing tanda tangan (tanyakan kepada yang melakukan mutasi, tanyakan yang menandatanganinya),” ujar dia tersenyum.

Diberitakan sebelumnya, Ade Bhakti memposting konten di TikTok dengan caption ‘digempur Nasi Goreng’, Sabtu (29/7). Di konten tersebut, sejumlah sindiran diberikan terkait lomba memasak nasi goreng yang digagas Wali Kota Semarang. Meski Ade tidak vulgar memberi pernyataan, namun ada kiasan yang menyebut lomba nasi goreng ala Mbak Ita bikin ruwet (pusing). Juga menggiring anggapan jika lomba tersebut membuat omzet pedagang nasi goreng turun atau jadi sepi. (Ags/Ts)