“Aku di sana pas lagi nggak ada yang jagain langsung pesan ojol, minta tolong ke dia. Sambil nunggu ojol bales, tiba-tiba ada orang masuk nemenin aku, aku tahu ini suruhan bosnya buat jagain aku, akhirnya aku ijin mau beli sarapan keluar, eh aku dilarang dan dibilang buat nyelesain administrasi dulu baru boleh keluar,” ujar Gira.
“Aku coba cek HP lagi, kata ojolnya bilang aja order makanan, aku coba bilang lagi ke penjaganya yang jagain aku, kita beneran berdua di ruangan, ‘mas aku kalau pesen makanan di ojol boleh nggak? Nanti makan di sini’ dan anehnya jawabannya tetep nggak boleh,” imbuhnya.
Gira mengatakan dirinya lalu beralasan hendak pergi ke toilet. Saat sampai di lantai dasar ruko, dia mengaku langsung berlari menuju ojol dan meninggalkan ruko tersebut.
“Akhirnya aku bilang ke abang ojolnya untuk tunggu aku 3 menitan, nggak lama aku pura-pura ijin ke toilet, pas turun tangga, si yang jagain aku nelpon security untuk mantau aku, aku nggak tau security mana yang dia telepon, eh untungnya di lantai 1 ada security malah bukain pintu, jadi aku langsung naik ojol dan kabur,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gira mengatakan kejanggalan lainnya yang dia rasakan di ruko loker tersebut. Di antaranya peserta interview kerja tak datang serentak, nama perusahaan yang berbeda hingga diperbolehkan mengajak kerabat yang belum bekerja dengan membawa berkas lamaran kerja.
“Kejanggalan lainnya peserta interview datang di waktu yang nggak serentak, berkas boleh menyusul, berpakaian bebas, nama PT di aplikasi dengan di undangan berbeda, nama PT di undangan tidak ada di Google, di surat undangan ada note boleh mengajak kerabat yang belum bekerja dengan membawa berkas,” ujarnya.
Sebelumnya, driver ojek online (ojol) bernama Arif viral dinarasikan menyelamatkan korban penipuan modus lowongan kerja (loker) dari sebuah ruko di Bekasi, Jawa Barat. Polisi pun bergerak ke lokasi mengecek kantor tersebut.
“Kami bersama dengan petugas Satpol PP untuk cek lokasi,” kata Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Jupriono, kepada detikcom, Jumat (28/7/2023).
Hasil pengecekan polisi, tidak ditemukan adanya kegiatan di ruko yang dimaksud. Polisi juga tidak menemukan adanya warga yang melamar pekerjaan di sekitar ruko.
“Semua terlihat normal, tidak ada warga yang mendaftar mencari kerja. Saat kita cek, tidak ada kegiatan. Bisa jadi kegiatannya seperti penyalur pembantu rumah tangga,” ujarnya.
Sejauh ini polisi belum menemukan adanya indikasi penipuan seperti dinarasikan di Instagram. Polisi berharap warga yang merasa jadi korban untuk melapor.











