Carlos Fortes dan Boubakary Diarra Disanksi Komdis PSSI, Ini Tanggapan PSIS

oleh

Semarang – INFOPlus. Dua pilar asing PSIS Semarang, Carlos Fortes dan Boubakary Diarra, kena sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Mereka dinilai melakukan pelanggaran saat pertandingan PSIS kontra PSS Sleman.

Laga PSIS Semarang melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharo Jumat pekan lalu ternyata berbuntut panjang. Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada duo asing squad Mahesa Jenar, Carlos Fortes dan Boubakary Diarra.

Dalam pertandingan melawan Super Elang Jawa, Fortes yang mendapat kartu merah dianggap melanggar pasal 49 ayat 1 huruf (d) dan ayat 2 kode disiplin PSSI 2023 dan dijatuhi hukuman tambahan larangan bermain dalam dua pertandingan terdekat dan denda Rp 10 juta.

INFO lain :  Besok Coblosan Pilkada, Terbitkan 12.689 KTP Elektronik

Sementara Diarra dianggap melakukan tindakan pelanggaran serious foul play dan luput dari perhatian perangkat pertandingan yang melanggar Pasal 48A huruf (a) dan (f) Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 dan dijatuhi hukuman larangan bermain dalam satu pertandingan serta denda Rp 10 juta.

Dan yang lebih bikin nyesek adalah sanksi tersebut jatuh jelang PSIS bentrok dengan Borneo FC dalam pekan kelima BRI Liga 1 2023/24, Jumat (28/7).

INFO lain :  Pasang "Girder" Tol, Arus Lalu Lintas Semarang-Demak Dialihkan

Menanggapi hal ini, Manager Operasional PSIS Wisnu Adi menyayangkan keputusan dari Komisi Disiplin PSSI.

“Pertama kami sangat sayangkan. Terkait Fortes, kami rasa hukuman kartu merah sudah cukup. Dalam kejadian, Fortes melakukan hal itu juga karena terprovokasi oleh pemain lawan dan tidak ada tingkah buruk lainnya yang membuat gaduh. Sehingga tambahan hukuman dua pertandingan sangat disayangkan,” tutur Wisnu Adi.

INFO lain :  Pos Lalulintas Ternak di Tol Jateng Diusulkan

“Kedua terkait Diarra. Setelah kami pelajari dalam rekaman video yang ada, posisi bertahan dan membuang bola Diarra sudah benar dan kepala pemain lawan yang mendekat ke bola. Tapi kenapa ada hukuman setelah itu.”

“Terakhir kami menyayangkan karena keputusan dari Komdis tidak bisa dilakukan banding dan surat dari Komdis juga sangat mepet dengan pertandingan terdekat sehingga menganggu persiapan tim. Ada apa dengan Komdis?,” imbuh dia. (Ags/Ts)