Banyumas – INFOPlus. Memasuki hari ketiga operasi SAR, nasib 8 penambang yang terkenang di lubang tambang emas di Banyumas belum jelas. Segala upaya dilakukan tim SAR, termasuk menggunakan kamera hole.
Kamera hole milik Dinas ESDM Provinsi Jateng digunakan untuk membantu pelaksanaan operasi SAR 8 penambang yang terjebak di lubang tambang emas di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Peralatan tersebut cukup vital guna menunjang operasi SAR, salah satunya guna memantau ketinggian genangan air di dalam lubang.
“Kamera hole ini salah satu fungsinya untuk memastikan debit penambahan air yang sangat berguna untuk menghitung perkiraan lama kerja tim SAR gabungan,” Kepala Kantor SAR Cilacap, Adah Sudarsa, Jumat (28/7).
Kamera hole ini diketahui sudah langsung diturunkan di lokasi sejak awal operasi SAR digelar. Hanya saja, halangan genangan air yang menutup lubang tambang membuat kamera tak bisa menjangkau posisi kedelapan penambang. Namun setidaknya bisa memantau debit rembesan air dan ketinggian air di dalam lubang.
Sementara, di operasi hari ketiga atau Jumat ini, tim SAR gabungan masih fokus untuk melakukan penyedotan dan mengurangi rembesan air yang masuk ke dalam lubang.
Sesuai hasil kesepakatan, tim SAR dibagi menjadi
5 worksite atau area kerja. Worksite A-1 berlokasi di Sumur Bogor. Worksite A-2 berlokasi di Sumur Dondong. Worksite A-3 berlokasi di penyedotan sumur I. Worksite A-4 berlokasi di penyedotan sumur II. Worksite A-5 berlokasi di bendungan sungai.
“Kami melaksanakan penyedotan air menggunakan submersible yang lebih besar lagi. Juga menutup titik-titik lokasi yang dicurigai adanya kebocoran menuju lubang galian,” imbuhnya. (Ags/Ts)
















