Sekolah Direnovasi, Guru Honorer di Grobogan Pinjamkan Rumah untuk Ruang Kelas

oleh

Grobogan – INFOPlus. Aulia Rizkia Rahmawati, seorang guru honorer di SDN 1 Karangwader, Kecamatan Penawangan, Grobogan, rela rumahnya dijadikan ruang kelas, menjadi tempat belajar mengajar sementata ketika nanti sekolahnya direnovasi. Ia pun mendapat hadiah sepeda motor dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Aulia, guru yang mengampu kelas 1 itu tidak menyangka jika kehadiran Ganjar di sekolah pada Kamis (15/6) membawa berkah baginya. Saat itu, ia diajak berdialog langsung tentang rencana renovasi sekolah tempatnya mengabdi.

“Kalau ini diambruke (direnovasi total) harus ada tempat pengganti sementara, rumahnya njenengan yang mau dipakai?” tanya Ganjar kepada Aulia.

INFO lain :  292 Desa di Brebes digelontor Dana Desa Rp 374 Miliar

Politikus berambut putih itu mendapat jawaban tegas dari Aulia. Perempuan berhijab dan berkacamata ini menyatakan siap jika rumahnya digunakan sebagai sekolah darurat jika ada renovasi. Bahkan, warga Desa Karangwader RT 3 RW 1 itu juga merelakan rumah neneknya yang telah meninggal dunia.

“Kalau dipakai untuk sekolahan, njenengan mau sewa berapa?” Ganjar memastikan.

Lagi-lagi, jawaban Aulia membuat Gubernur berambut putih itu bangga. Guru honorer yang mulai mengabdi sejak tahun 2021 itu ikhlas tanpa meminta uang sewa. Sebagai bentuk apresiasi, Ganjar memberikan pilihan hadiah, motor atau laptop.

INFO lain :  Coblosan Bisa Menjadi Celah Pengedar Uang Palsu

“Iya, pilihannya motor dan beliau ini seorang honorer, kami kasih motor,” terang Ganjar.

Sementara, Aulia mengaku senang karena mendapat hadiah sepeda motor dari orang nomor satu di Jateng. Hadiah tersebut dapat menunjang semangatnya dalam mendidik siswa.

“Tadi ditawari laptop atau motor, saya pilih motor. Karena laptop sudah punya. Rasanya senang sekali,” ujar dia.

INFO lain :  Perlu Anggaran Tak Terbatas Atasi Bencana

Terkait renovasi sekolah, ia mengaku menjadi harapan besar bagi guru dan siswa SDN 1 Karangwader. Sebab, saat ini kondisi bangunan sekolah sudah sangat memprihatinkan.

“Sekilas tidak terlihat tapi kalau dari belakang rusak dan nyaris roboh. Harapannya memang direnovasi,” lanjutnya.

Dari pertimbangan itu, ia merelakan rumahnya dan rumah neneknya untuk dijadikan tempat belajar-mengajar sementara, hingga proses renovasi selesai.

“Iya, nanti kalau dilakukan renovasi rumah saya biar jadi tempat belajar-mengajar,” pungkasnya. (Ags/Ts)