Semarang – Pemkot Semarang terus berinovasi dalam upaya menjaga ketahanan pangan di Kota Semarang. Terbaru, pemkot canangkan program Garang Asem.
Program Garang Asem singkatan dari Gerakan Sayang Pangan Kota Semarang. Selain untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, program tersebut diharapkan mampu berkontribusi pada pengendalian inflasi. Sebelumnya, masih terkait dengan ketahanan pangan, Pemkot Semarang juga telah meluncurkan program Pak Rahman atau Pangan Rakyat Murah dan Aman. Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menuturkan tujuan utama dari program Garang Asem adalah sebagai upaya pengendalian sampah makanan dan pemborosan sumber daya.
“Kami sekarang sudah mulai melaksanakan Garang Asem, Gerakan Sayang Pangan Kota Semarang. Gerakan ini adalah bagaimana untuk pemanfaatan dan sayang pangan, di sini jungkir balik, di sana buang-buang. Ini adalah untuk ba Kendalikan Inflasi, Pemkot Semarang Canangkan Program Garang Asem.
Sebelumnya, masih terkait dengan ketahanan pangan, Pemkot Semarang juga telah meluncurkan
program Pak Rahman atau Pangan Rakyat Murah dan Aman,
Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menuturkan tujuan utama dari program Garang Asem adalah sebagai upaya pengendalian sampah makanan dan pemborosan sumber daya.
“Kami sekarang sudah mulai melaksanakan Garang Asem, Gerakan Sayang Pangan Kota Semarang. Gerakan ini adalah bagaimana untuk pemanfaatan dan sayang pangan, di sini jungkir balik, di sana buang-buang. Ini adalah untuk ba mana masyarakat sejahtera dan inflasi bisa kita tekan,” terang Mbak Ita, sapaannya.
Dirinya menyampaikan program Garang Asem diluncurkan bersamaan dengan kegiatan pasar murah Pak Rahman yang digelar di halaman Balaikota Semarang, Jumat (19/5). Dirinya beranggapan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya diupayakan pada saat hari raya Idul Fitri ataupun hari raya besar keagamaan saja, tetapi harus juga dilakukan secara bersama dan terus menerus.
“Ini adalah yang kesekian kali, Pemkot Semarang disupport oleh Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi, dan juga dari BUMN, BUMD, maupun BUMP. Harapannya kerja sama ini bisa terus dilakukan, tidak berhenti hanya saat puasa, tetapi harus terus menerus. Sehingga upaya-upaya ini bisa memberi dampak yang positif kepada masyarakat.”
“Tentu ini adalah bagaimana mengenai tingkat inflasi bisa semakin turun. Kalau inflasi turun, daya beli masyarakat bisa semakin bagus,” pungkas Mbak Ita. (Ags/Ts).















