Semarang – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengunjungi sarana dan prasarana Fakultas Kedokteran UIN Walisongo Semarang, Minggu (14/5/2023).
Menag dalam kunjungannya didampingi Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag. dan Dekan Fakultas Kedokteran UIN Walisongo dr. Sugeng Ibrahim, M.Biomed, AAM. dalam rangka meninjau kesiapan Fakultas Kedokteran UIN Walisongo.
Kegiatan ini dihadiri oleh 41 dokter yang sudah bergabung menjadi tenaga pengajar di Fakultas Kedokteran serta jajaran pimpinan UIN Walisongo. Kegiatan berlangsung di Integrated Laboratory Ibnu Sina UIN Walisongo.
Kunjungan Menteri Agama ini bagi sivitas akademika UIN Walisongo merupakan cambuk dan penyemangat akselerasi Fakuktas Kedokteran.
Rektor UIN Walisongo mengungkapkan,
“Laboratorium sudah siap, ruang kelas siap, dan juga tenaga pengajar, segera kita melakukan percepatan pembukaan Fakultas Kedokteran dengan standar unggul”.
Guru Besar Tafsir Al Quran itu menyampaikan
“UIN Walisongo mengucapkan terima kasih kepada Menteri Agama atas semua dukungannya dalam mempersiapkan Fakultas Kedokteran. UIN Walisongo berkomitmen untuk menjadi kampus yang unggul dalam riset kedokteran berbasis kesatuan ilmu dan melahirkan sumber daya insani yang unggul, dokter yang humanis serta beradab.
“Kami ingin berkontribusi di tengah kondisi Indonesia yang masih kekurangan jumlah dokter. Dokter UIN Walisongo memegang nilai Walisongo, yaitu Wise atau bijaksana, Adaptive dengan ragam budaya dan kearifan lokal, Literate, Intellect, Strong –Willed, Obedient, Nurturant, Growth Mindset, Open Minded,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan meninjau Integrated Laboratorium terdiri atas Ruang Manekin, Laboratorium Biolologi Sel dan Bioteknologi, Laboratorium Biokimika Farmakologi dan Patologi Klinik, Laboratorium Histologi dan Patologi Anatomi, Laboratorium Mikrobiologi dan Parasitologi.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara Menteri Agama, Rektor UIN Walisongo, dan Dekan Fakultas Kedokteran dengan 41 dokter yang akan menjadi tenaga pengajar di Fakultas Kedokteran.
Sumber Antara















