Ketua PWI Jateng: Media harus arif agar Pemilu 2024 sukses

oleh

Ketua PWI Jawa Tengah ini mengajak kalangan media massa dan pegiat media sosial kembali pada fitrahnya, menjalankan fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.

Dalam konteks menuju Pemilu 2024, agar mampu memberi warna sebagai media yang jernih, mengawal pemilu agar terselenggara secara jujur, adil, berkualitas, serta mampu membangkitkan partisipasi pemilih yang tinggi.

“Kita berharap media mampu menjadi wadah bagi terlaksananya pendidikan politik yang positif kepada khalayak. Peran ini yang kita tunggu. Dari pemberitaan media, publik agar menjadi paham kapan pemilu diselenggarakan, apakah sudah terdaftar sebagai pemilih, siapa saja mencalonkan dan yang akan dipilih sesuai nurani. Publik paham pula tentang hak dan tanggung jawab dalam Pemilu,” harapnya.

INFO lain :  Besaran Biaya Haji Turun

Amir menyatakan respek tinggi atas inisiasi yang dibangun MUI Jawa Tengah menyelenggara Halaqoh Ulama sehingga akan mampu membangun wanaca yang positif untuk suksesnya Pemilu 2024.

INFO lain :  Bapak Anak Ditangkap Karena Curi Mobil

Sementara itu, Kiai Kharis Shodaqoh pada hari pertama halakah menyampaikan, sulthon (pemimpin negara) memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan.

Pengasuh Pondok Pesantren AlItqon Bugen Kota Semarang itu mengibaratkan, ketika seorang ulama melihat ada perjudian, kemudian membacakan ayat Al Quran tentang haramnya judi, tentu belum tentu bisa membubarkan perjudian tersebut.

INFO lain :  Amir Machmud Kembali Pimpin PWI Jateng

“Tapi kalau polisi yang datang, pasti langsung bubar perjudiannya. Penjudinya lari semua. Maka penting sekali sinergi ulama dengan umara,” katanya.

Menurut dia, dalam politik tidak ada istilah santun. Dia setuju MUI berada di tengah-tengah, sebab jika mendorong atau mendukung calon, tentu tidak tepat.

Sumber Antara