“Undang-Undang Pemilu yang disusun, salah satunya mengamanatkan partai politik untuk mengajukan calon anggota legislatif yang transparan,” katanya.
Para bacaleg yang diuji, menurutnya sudah memiliki perspektif yang baik dengan memahami aspek demografi maupun geopolitik.
“Memang ada yang masih kurang dari para bacaleg. Tapi masih ada waktu untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
Hardhono Susanto mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian agar rakyat tidak seperti memilih kucing dalam karung, serta melihat visi dan misi para kaandidat sudah baik.
“Pasti nanti ada yang jadi dan tidak jadi. Visi misi yang baik, dari yang belum terpilih juga bisa dipakai, demi kebaikan masyarakat,” katanya.
Taj Yasin pun mengapresiasi kegiatan ini bisa memantik partai-partai lain.
“Saat ini masyarakat butuh partai yang terus melakukan inovasi. Ini bisa memberi pelajaran akan nilai kerja yang inovatif dalam upaya menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, KH Tafsir mengatakan PKB sudah melakukan hal luar biasa. “Ini menjadi edukasi bagi kita untuk mencari caleg yang berkualitas,” tegasnya.
Adapun KH Ubaidillah Shodaqoh mengatakan bahwa berbagai masalah bisa diselesaikan dengan dialog.
“Jadi acara seperti ini bisa terus diteruskan dan terus ditingkatkan mutunya,” katanya.
Sumber Antara















