Semarang – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah menggelar Uji Kepatutan dan Debat Terbuka Kandidat (UKK) DPRD Jateng di Pemilu 2024 di kantor DPW PKB Jateng, Semarang, Sabtu.
Sebanyak lima penguji dan panelis dilibatkan dalam acara ini yakni Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng Kiai Haji Ubaidillah Shodaqoh, Ketua PW Muhammadiyah Jateng KH Tafsir, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, aktivis perempuan Ida Budiati, dan akademisi Universitas Diponegoro Profesir Hardhono Susanto.
Ketua DPW PKB Jateng KH M Yusuf Chudlori mengatakan uji kepatutan kandidat ini menjadi program dari DPP, DPW, hingga DPC.
“Ini penting karena menjadi forum kepada masyarakat bahwa PKB adalah partai terbuka, dan agar masyarakat juga bisa menilai,” katanya.
Menurut dia, caleg adalah etalase dari partai karenanya mereka harus bisa menyampaikan gagasannya semaksimal mungkin.
“Kalau kemudian ada kritik-kritik tajam, itu sebagai hal untuk berbenah diri. Jangan hanya pencitraan visual, tapi harus memiliki gagasan yang konkret saat menjadi anggota Legislatif,” ujarnya.
Semua caleg, lanjut pria yang akrab disapa Gus Yusuf ini, harus memahami lebih dini, berbagai persoalan masyarakat di Jawa Tengah termasuk bagaimana pengentasan kemiskinan hingga meningkatkan kesejahteraan petani.
“Lewat UKK ini, para caleg juga bisa belajar komunikasi, mengartikulasikan gagasan. Itu lewat komunikasi dengan konstituen maupun saat bertugas,” katanya.
Gus Yusuf juga mengucapkan terima kasih kepada panelis dan semua pihak sehingga acara ini diharapkan juga menambah semangat para caleg.
“Ini kita selenggarakan sampai zona terkecil sehingga masyarakat bisa menilai, sekaligus menjadi awal titik cerah kemenangan PKB di Jawa Tengah yang ijo royo-royo,” tegasnya.
Acara UKK yang dipandu Sekretaris DPW PKB Jateng Sukirman itu, menghadirkan para bacaleg di hadapan panelis dan menyampaikan visi misi yang diusung.
Di antara yang diuji adalah Ketua Muslimat Pekalongan Hj Sumarwati, Sekretaris KNPI Jateng Abdul Hamid, Ketua Kaukus Perempuan Jateng Ida Nur Sya’adah, Pengusaha Sugiarto, Ketua DKN Garda Bangsa Azis, Dosen UPGRIS Dr Ngasbun Edgar, dan kalangan santri Niken Mayasari.
Setelah itu, para panelis mengajukan sejumlah pertanyaan KH Ubaidillah Shodaqoh menanyakan soal relasi NU dan PKB.
Adapula sesi para bacaleg saling bertanya, dan diakhiri dengan sesi sambung kata. Ini menjadi ujian bagaimana mereka mampu memberi jawaban-jawaban dalam sebuah pertanyaan yang cepat.
Karena sesi sambung, ini menjadi uji kemampuan berpikir secara cepat saat ada pertanyaan-pertanyaan dari berbagai pihak kepada mereka.
Ida Budhiati pun mengapresiasi PKB yang menginisiasi kegiatan ini, khsusnya di Jateng karena ini bagian dari cara PKB untuk mewujudkan demokrasi yang inklusif.















