Dosen Udinus ciptakan sensor pemantau penderita TBC

oleh

Semarang – Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang Mayani Setyowati menciptakan sebuah alat sensor untuk penderita Tuberkolusis (TBC) yang dinamai Sintasis G1.0.

Menurut Mayani dalam siaran pers di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, alat ini diciptakan dari keprihatinan terhadap program pengobatan TBC di tingkat Puskesmas hingga Dinas Kesehatan.

“Banyak penderita TBC yang berhenti berobat sebelum selesai masa pengobatan selama 6 bulan,” katanya.

INFO lain :  Praktik Joki Vaksinasi di Kota Semarang Berhasil Digagalkan

Alat yang diciptakan lewat pendanaan dari program Kedaireka Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi tersebut didukung pula oleh sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu.

Ia menjelaskan Sintasis G1.0 merupakan alat berbentuk gelang penangkap sinyal biomedis berupa saturasi oksigen dan detak jantung yang dipakaikan ke penderita TBC.

INFO lain :  Pimpinan Unnes Diminta Kembalikan Uang Kuliah 50 %

Data analog yang dihasilkan alat tersebut, kata dia, akan dikirim ke peladen komputer yang diteruskan ke telepon pintar atau komputer milik dokter, para medis, atau pengelola program pengobatan TBC.

“Alat tersebut berfungsi untuk memantau langsung kondisi pasien,” katanya.

INFO lain :  Penyaluran BST di Grobogan 'Semrawut', Perangkat Desa Ikut Terdaftar

Alat tersebut, kata dia, sudah mulai diujicobakan di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

“Alat ini sudah digunakan untuk memantau penderita TBC dk wilayah Sukoharjo,” katanya.

Ke depan, kata dia, Sintasis G1.0 akan terus dikembangkan dengan dilengkapi alat pengukur suhu tubuh, pelacak posisi penderita, hingga pengukur tingkat stres.

Sumber Antara