Forum Pembauran Kebangsaan Tempat Silaturahim Berbagai Etnis

oleh

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jateng bisa menjadi tempat silaturahim berbagai etnis untuk mewujudkan kerukunan dan toleransi.

“Kalau orang salah apakah itu terkait dengan bahasa, tutur kata, dan menyinggung etnis, maka forum ini bisa dipakai untuk mendekatkan silaturahim di antara mereka dan kalau terjadi hal-hal yang sifatnya ada perbedaan suku, agama, ras, golongan, dan sebagainya, maka mereka cepat untuk bisa menginisiasi dan bisa meredam,” kata Ganjar usai bertemu dengan pengurus FPK Provinsi Jateng, di Semarang, Selasa.

FPK Provinsi Jateng terdiri atas 19 etnis yang sudah memahami seluk beluk dan kebudayaan di Provinsi Jateng.

INFO lain :  22.000 Senjata Api Dimiliki Warga Sipil di Jawa Tengah

Ganjar melihat banyak sisi positif forum yang diketuai salah satu tokoh politik di Jateng Muhammad Adnan ini.

Ia berharap forum ini bisa menjaga stabilitas berbangsa, bernegara, dan kondusivitas dalam relasi antaranak bangsa.

INFO lain :  Basarnas Masih Cari WNA Selandia Baru yang Hilang di Merbabu

“Ini pekerjaan kualitatif, tidak kelihatan, tetapi harus dipelihara terus menerus. Banyak orang yang abai tapi ketika terjadi sesuatu yang sifatnya meledak kadang-kadang memadamkannya tidak mudah. Nah kalau dengan komunikasi intensif harapan kita semua bisa dicegah, ada masalah kumpul, kira-kira gitu,” katanya.

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan berbagai etnis seperti dari Dayak, Minang, eks Timor Timur, Papua, Sunda hingga Jawa.

INFO lain :  Kasus Dugaan Pengrusakan Aset PT RUM Sukoharjo. Massa Tuntut Terdakwa Dibebaskan

Di dalam FPK terdapat perwakilan penganut kepercayaan dan eks napi teroris sehingga dari forum ini ke depan menjadi penengah konflik isu suku, agama, ras, dan antargolongan.

Pengurus FPK Jateng dikukuhkan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen pada Rabu (20/7) dengan salah satu misi yang akan dijalankan, yakni menggelorakan aksi penangkalan paham radikal dan intoleransi dengan cara meningkatkan nilai-nilai Pancasila di lingkup warga.

Sumber Antara