8 Pegawai Lapas Semarang Terima Penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden

oleh

Semarang – Delapan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang mendapat penghargaan Satya Lencana Karya Satya atas pengabdian 10, 20, dan 30 tahun.

Penghargaan disematkan Kepala Lapas (Kalapas) Semarang, Supriyanto, bersamaan dengan apel pagi, Senin (4/10/2021).

Tiga petugas yang mendapat penghargaan Satya Lencana Karya Satya 10 tahun, yakni Aditya Sarjana Putra, Adi Nugroho Nur Wicaksono, Dhanang Priyambodo.
Sementara itu, dua petugas yang mendapat Satya Lencana Karya Satya 20 tahun adalah Suparno dan Irfan. Adapun tiga petugas dianugerahi Satya Lencana Karya Satya 30 tahun adalah Budi Waluyo, Suntoyo, Nicodemus.

INFO lain :  Ngamuk di Tempat Karaoke Semarang, Tamu Jotos Pemandu Lagu

Penghargaan ini merupakan reward yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Penganugerahan ini diberikan karena petugas tersebut telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara dan pemerintah dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan dan disiplin.

INFO lain :  Operasional Pasar Tradisional di Kabupaten Demak Dibatasi Cuma 6 Jam Saja

Kalapas Semarang, Supriyanto memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para pegawai yang telah menerima penghargaan ini.

“Terimakasih atas dedikasi terbaik, semangat kinerja dan integritasnya yang telah diberikan kepada Lapas tanpa mengenal waktu,” ucap Supriyanto.

“Jadikan penghargaan ini sebagai penambah motivasi kerja dan hendaknya dapat memberikan tauladan yang baik bagi pegawai lain. Tularkan kebiasan-kebiasaan baik di lingkungan tempat tinggal maupun di kantor,”tutur Kalapas.

INFO lain :  Pembunuh PSK Sunan Kuning Semarang Dihukum 10 Tahun Penjara

Salah seorang penerima penghargaan mengungkapkan kegembiraan dan keharuannya karena sudah mengabdi begitu lama untuk negara.

“Alhamdulillah ini penghargaan kedua kalinya yang saya dapatkan. Tidak terasa sudah 20 tahun mengabdi sebagai petugas lapas. Banyak suka maupun dukanya. Semoga tetap bisa istiqomah untuk mempertahankan kualitas bekerja sampai nanti pensiun,” harap Suparno.

(rdi)