Usaha Angkutan Umum di Semarang Mati Suri

oleh

Semarang – Usaha transportasi umum penumpang di Kabupaten Semarang mati suri. Sejumlah pemilik usaha tersebut mengandangkan sebagian armadanya lantaran sepi penumpang.

Ketua DPC Organda Kabupaten Semarang, Hadi Mustofa mengatakan, sejak pandemi COVID-19, kondisi usaha transportasi umum baik penumpang maupun barang lesu.

Untuk mencari pendapatan sesuai hitungan operasional sudah tidak bisa. Sehingga banyak armada yang tidak dijalankan.

INFO lain :  60 Tenaga Medis Terpapar Corona

“Sekarang kondisi usaha transportasi angkutan umum sangat memperihatinkan. Dari ratusahan unit angkutan umum di Kabupaten Semarang, yang masih beroperasional tinggal puluhan,” katanya, Sabtu (3/4/2021).

Selama pandemi COVID-19, kata dia, jumlah penumpang menurun drastis dibanding sebelum penyakit yang disebabkan virus itu mewabah. Imbasnya, pendapatan pelaku usaha dan awak angkutan anjlok.

“Mirisnya lagi awak angkutan umum saat ini banyak yang tidak bisa hidup layak. Dan mereka banyak yang tidak mendapatkan bantuan penanganan dampak sosial ekonomi akibat pandemi COVID-19 dari pemerintah,” ujarnya.

INFO lain :  Sebulan 3 Kali "Kulakan", Sovan Haslin Pradana Diduga Pengedar Ekstasi

Menurutnya, sebagian awak angkutan umum tidak mendapat bantuan karena mereka tidak terdaftar sebagai penerima bantuan.

“Dulu pendapatan sopir angkutan umum terhitung lumayan, sehingga mereka tidak masuk dalam daftar penerima bantuan pemerintah. Namun sekarang pendapatan mereka minim. Kami berharap tahun ini pemerintah bisa memberikan bantuan kepada awak angkutan umum,” tuturnya.

INFO lain :  "Semarang Night Carnival" Digelar Tertutup, Masyarakat Bisa Tonton Lewat Youtube

Dia mengungkapkan, saat ini awak angkutan umum kesulitan mencari pendapatan. Bahkan yang sudah dirumahkan tidak memiliki pekerjaan. “Kami berharap pemerintah turun tangan untuk membantu awak angkutan umum,” tandasnya.

Sumber Sindo