Kendal – Kondisi dermaga kolam di Pelabuhan Tanjung Kendal yang kerap digunakan untuk berlabuh KMP Kalibodri dangkal.
Akibatnya kapal kerap kandas, dan harus menunggu air laut pasang untuk bisa keluar dari dermaga pelabuhan.
Tidak ditanganinya pendangkalan di dermaga Pelabuhan Kendal ini, kerap membuat Kapal KMP Kalibodri kesulitan untuk berlabuh dan bertolak dari dermaga pelabuhan.
Pihak agen tiket KMP Kalibodri, dari CV Karya Bersama bahkan harus mengeruk kolam sandar kapal secara mandiri.
Hal itu lantaran pihaknya mendapatkan banyak keluhan dari penumpang, terutama yang mengangkut kendaraan berat bermuatan barang. Menurutnya kapal tidak bisa bergerak jika muatan penuh karena kapal kandas.
“Kolam sandar di dermaga pelabuhan sudah parah dangkalnya,” kata Yulianto, Jumat (12/03/2021).
Pihaknya melakukan pengerukan dengan menyewa alat berat backhoe.
“Kami keruk pasir di kolam sandar. Kemudian kami angkut ke menggunakan truk,” paparnya.
Ada sebanyak 60 dam truk pasir berhasil dikeruk. Namun hal itu menurutnya masih kurang. Kapal masih tetap harus menunggu air laut pasang untuk dapat berangkat atau berlabuh.
“Bahkan sering batal berangkat, karena kapal rusak lantaran motor penggerak kemasukan pasir,” jelasnya.
Ia meminta kepada Dinas Perhubungan untuk segera melakukan pengerukan. Sehingga penumpang kapal mendapatkan kepastian kapal berangkat sesuai jadwal.
“Kalau tidak dikeruk, pendangkalan akan semakin parah karena break water sudah banyak yang rusak dan bocor,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala UPTD Pelabuhan Kendal, Andi Rahmat mengaku jika untuk pengerukan kolam sandar baru akan dilaksanakan di 2022. Yakni bersamaan dengan pembangunan break water.
“Anggarannya dari Kementerian Perhubungan, karena APBD daerah jelas tidak mampu,” jelasnya.
Untuk tahun ini, hanya perbaikan kecil saja. Yakni akses jalan pelabuhan dan Pemasangan pender dermaga.
“Perbaikan dermaga Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat Rencananya akan dilaksanakan bulan Mei tahun ini,” timpalnya.
Sumber Ayo Semarang















